Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

 

8 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pakar: Capaian Vaksinasi Rendah, Omicron Rawan Masuk

Jumat 10 Dec 2021 16:18 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Vaksin Covid-19. Pakar menilai risiko masuk dan menyebarnya varian omicron di Indonesia cukup besar di tengah capaian vaksinasi di Indonesia masih terbatas.

Vaksin Covid-19. Pakar menilai risiko masuk dan menyebarnya varian omicron di Indonesia cukup besar di tengah capaian vaksinasi di Indonesia masih terbatas.

Foto: ANTARA/JOJON
Vaksinasi Covid-19 dapat menghambat penularan varian omicron.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Hidayatullah Muttaqin mengatakan vaksinasi Covid-19 dapat menghambat penularan varian omicron. Kasus omicron kini telah ditemukan di 57 negara.

 

"Posisi Indonesia sangat rentan dimasuki varian omicron dengan capaian vaksinasi masih relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara maju yang sudah melewati 70 persen," kata Muttaqin di Banjarmasin, Kalsel, Jumat.

Baca Juga

Menurut Muttaqin, penularan varian omicron kemungkinan risiko lebih besar dihadapi penduduk yang belum divaksinasi, berusia lanjut, dan memiliki komorbid. Varian omicron diketahui memiliki kecepatan transmisi lebih tinggi dari varian lainnya dan risiko lebih besar untuk terjadinya reinfeksi bagi para penyintas.

Hanya saja, capaian vaksinasi nasional tidak merata dan masih rendah di sebagian wilayah Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 10 Desember 2021, sebanyak 101.794.596 (101,80 juta) penduduk Indonesia mendapat vaksinasi Covid-19 dosis lengkap.

Dengan kecepatan transmisinya dan potensi lonjakan mobilitas penduduk saat liburan akhir tahun, Muttaqin melihat risiko masuk dan menyebarnya varian omicron di Indonesia cukup besar. Apalagi, capaian vaksinasi di Indonesia masih terbatas.

Muttaqin berharap pengendalian mobilitas penduduk dengan syarat dan skrining yang ketat benar-benar dilakukan. Pelaku perjalanan antardaerah dan pulau serta lintas negara harus dipastikan bebas dari Covid-19.

"Sementara strategi 3T (tracing, testing, treatment) dan penerapan protokol kesehatan 5M terus diperkuat termasuk akselerasi vaksinasi menuju capaian yang ditargetkan," ujarnya.

Muttaqin mengungkapkan pula saat ini asesmen situasi Covid-19 di Indonesia berada di level 2 dengan transmisi komunitas "rendah" dan kapasitas respons "sedang". Adapun capaian vaksinasi dosis 1 dan lansia juga di level sedang.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile