Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

 

8 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Studi Israel: Booster Pfizer Melindungi dari Omicron

Ahad 12 Dec 2021 07:49 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilmuwan Israel mengaku telah menemukan bahwa vaksin booster Covid-19 buatan Pfizer/BioNTech memberikan perlindungan yang signifikan terhadap varian baru Omicron.

Ilmuwan Israel mengaku telah menemukan bahwa vaksin booster Covid-19 buatan Pfizer/BioNTech memberikan perlindungan yang signifikan terhadap varian baru Omicron.

Foto: AP Photo/Ariel Schalit
Vaksin booster bisa menjadi kunci untuk terlindung dari infeksi varian baru.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Ilmuwan Israel mengaku telah menemukan bahwa vaksin booster Covid-19 buatan Pfizer/BioNTech memberikan perlindungan yang signifikan terhadap varian baru Omicron. Temuan itu serupa dengan temuan yang disajikan oleh BioNTech dan Pfizer awal pekan ini.

 

Temuan ini menjadi tanda awal bahwa vaksin booster bisa menjadi kunci untuk terlindung dari infeksi varian yang baru saja ditemukan. Studi itu dilakukan oleh Pusat Medis Sheba dan Laboratoium Virologi Pusat Kementerian Kesehatan. 

Baca Juga

Para peneliti membandingkan darah dari 20 orang penerima vaksin lengkap 5-6 bulan yang lalu dengan jumlah partisipan yang sama yang menerima booster sebulan yang lalu. "Orang yang menerima dosis kedua 5 atau 6 bulan yang lalu tidak memiliki kemampuan netralisasi melawan Omicron. Sementara mereka mempunyai sejumlah kemampuan terhadap (varian) Delta," kata Direktur Unit Penyakit Menular Sheba, Gili Regev-Yochay, kepada Reuters.

"Kabar baiknya adalah bahwa dengan booster (kemampuan) itu meningkat sekitar seratus kali lipat. Terdapat perlindungan signifikan yang dihasilkan dosis booster. Ini lebih rendah dari kemampuan netralisasi terhadap Delta, sekitar empat kali lebih rendah," katanya.

Tim Israel mengatakan mereka bekerja dengan virus yang sesungguhnya, sedangkan perusahaan menggunakan apa yang dikenal sebagai pseudovirus. Pseudovirus merupakan virus yang direkayasa secara biologis supaya mempunyai karakteristik mutasi Omicron.

Penelitian Israel dilakukan setelah sebuah studi dari Afrika Selatan menunjukkan bahwa varian Omicron secara parsial mampu menghindari perlindungan yang dihasilkan dari dua dosis vaksin Covid-19.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile