Mengapa Kita Harus Tenang dan Kurangi Gerakan Saat Baca Alquran?

Rep: Rossi Handayani/ Red: Nashih Nashrullah

 Selasa 14 Dec 2021 12:41 WIB

Membaca Alquran harus disertai dengan adab yang luhur. Seorang anak membaca Alquran. Ilustrasi Muslim. Foto: EPA-EFE/HOTLI SIMANJUNTAK Membaca Alquran harus disertai dengan adab yang luhur. Seorang anak membaca Alquran. Ilustrasi Muslim.

Membaca Alquran harus disertai dengan adab yang luhur

 

REPUBLIKA.CO.ID, – Alquran merupakan kalamullah yang berbeda dengan kitab buatan manusia. Oleh karena itu membacanya pun harus mengikuti adab-adab yang diajarkan Rasulullah ﷺ.  

Sebagian orang ada yang membaca Alquran sambil tubuhnya bergoyang ke kanan dan kiri atau depan dan ke belakang. Apa hukum dari perbuatan tersebut? 

Baca Juga

Dikutip dari buku Tajwid Lengkap Asy-Syafi'i karya Abu Ya'la Kurnaedi, dari Fatawa al-Lajnahad-Daimah, Perbuatan tersebut, bergoyang ketika membaca Alquran, termasuk kebiasaan yang harus ditinggalkan.  

Perbuatan ini bertentangan dengan adab terhadap Kitabullah, berupa sikap yang dituntut ketika membaca dan mendengarkan Alquran, yaitu inshat (diam). Maksudnya adalah tidak melakukan gerakan, tidak bermain-main, agar yang membaca dan yang mendengar serius dalam mentadaburi Alquran, yaitu khusyuk kepada Allah ﷻ.  

Para ulama menyebutkan bahwa perbuatan tadi merupakan adat istiadat orang-orang Yahudi ketika membaca Taurat, dan umat Islam dilarang bertasyabbuh kepada atau menyerupai mereka. 

Adapun dalam bertilawah hendaknya qari meniatkan dalam membaca dan mentadaburi Alquran secara murni karena wajah Allah ﷻ, bukan karena riya atau ingin dipuji dan sumah (ingin didengar), serta tidak minta upah apa pun, karena ibadahnya merupakan bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada-Nya. 

Kemudian juga enghormati adab-adab tilawah atau membaca Alquran, seperti beristiadzah (meminta perlindungan) kepada Allah ﷻ dari godaan setan yang terkutuk ketika memulai qiraah, juga membaca basmalah apabila memulai qiraahnya dari awal surah selain surat At Taubah.  

Mengapa harus tenang? 

Di sinilah maka jelas bahwa, membaca Alquran mesti dengan kekhusyukan. Dikutip dari buku Tajwid Lengkap Asy-Syafi'i karya Abu Ya'la Kurnaedi, Allahﷻ berfirman tentang Alquran:

كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ إِلَيْكَ مُبَٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

"Kitab (Alquran) yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran." (QS Shad ayat 29).

اَفَلَا يَتَدَبَّرُوۡنَ الۡقُرۡاٰنَ اَمۡ عَلٰى قُلُوۡبٍ اَ قۡفَالُهَا "Maka tidakkah mereka menghayati Alquran ataukah hati mereka sudah terkunci?" (QS Muhammad ayat 24).

Allahﷻ berfirman tentang sifat hamba-hamba-Nya yang saleh dalam surat Al Isra sebagai berikut: 

وَيَخِرُّوۡنَ لِلۡاَذۡقَانِ يَبۡكُوۡنَ وَيَزِيۡدُهُمۡ خُشُوۡعًا "Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk." (QS Al Isra ayat 109)   

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id