Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

12 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Penyuluh Informasi Publik Digandeng Cegah Gelombang Ketiga Covid-19

Rabu 15 Dec 2021 23:30 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Webinar Penyuluh Informasi Publik (PIP) dengan tema

Webinar Penyuluh Informasi Publik (PIP) dengan tema

Foto: Istimewa
Jelang libur Nataru, masyarakat diingatkan agar tetap disiplin dan mematuhi prokes.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Program Penyuluh Informasi Publik (PIP) di penghujung tahun 2021 ini genap empat tahun berjalan. Selama empat tahun terakhir PIP telah menjadi mitra masyarakat dalam mendukung dan menopang dalam rangka pembangunan bangsa.

“PIP itu wakil dari Kementerian Kominfo, hingga kini masih terus bertahan bermitra sebagai perpanjangan tangan pemerintah masyarakat di daerah-daerah yang sulit untuk kami jangkau,” ujar Direktur Jenderal Informasi Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong, dalam webinar PIP dengan tema "Waspada Peningkatan Covid Saat Libur Natal dan Tahun Baru", Rabu (15/12).

Berdasarkan rilis yang diterima, Usman mengapresiasi kinerja PIP dalam menghadapi tantangan yang ada di lapangan saat melakukan penyuluhan. Menurutnya, metode penyampaian informasi melalui tatap muka kepada masyarakat membuktikan bahwa sesungguhnya pemerintah dapat menyelesaikan masalah keterbatasan infrastruktur komunikasi di daerah-daerah yang jauh.

Ia membandingkan dengan situasi pandemi, di mana saat ini sejak kemunculannya pada penghujung 2019 penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia secara nasional telah menunjukkan perbaikan yang signifikan dan terkendali. Menurunnya angka kasus positif Covid-19 di tanah air diikuti dengan tren penurunan angka okupansi rumah sakit.

Kendati begitu, Usman mengingatkan agar masyarakat jangan terlena. “Belajar dari berbagai pengalaman dan situasi saat ini sedang dihadapi negara-negara Eropa, sedikit saja kita lengah bukan tidak mungkin akan ada gelombang-gelombang berikutnya,” tegas Usman.

“Kita tidak boleh melalaikan penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan keseharian kita yang saat ini tengah berangsur kembali normal, karena sesungguhnya Covid-19 itu masih ada. Informasi-informasi semacam ini perlu terus secara massif kita sampaikan, terlebih sebentar lagi kita akan menyongsong perayaan natal tahun 2021 dan tahun baru 2022,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang PMK, Agus Suprapto mengatakan PIP agar dalam menyampaikan informasi senantiasa menyelipkan semangat gotong royong yang merupakan intisari dari Pancasila.

Semangat gotong royong ini akan membawa masyarakat Indonesia terjauh dari gelombang Covid-19. Situasi kekinian yang semakin terkendali akan berdampak pada kepentingan-kepentingan peningkatan kualitas hidup termasuk ekonomi masyarakat.

Menjelang libur Nataru 2022, ia juga mengingatkan agar masyarakat disiplin dan mematuhi pengetatan aturan yang dilakukan pemerintah agar tidak terjadi lagi gelombang Covid-19 dan pemulihan ekonomi tetap terjaga.

“Kita semua harus disiplin dan menjaga diri agar tidak ada lagi gelombang Covid-19, untuk menjaga ekonomi nasional,” ujarnya.

Tenaga Ahli Menteri Perhubungan Bidang Komunikasi, Thonthowi mengingatkan masyarakat bahwa pemerintah menerapkan kebijakan pengetatan dalam libur Nataru 2022. Pemerintah melakukan pengetatan protokol kesehatan kendati masyarakat boleh berpergian baik secara pribadi maupun di dalam sarana dan prasarana transportasi.

Sementara, Tim Komunikasi Publik Bidang Komunikasi Sosial, Politik, dan Masyarakat Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Kominfo Arrumbinang Adikismo mengatakan peran penting PIP untuk mengingatkan masyarakat dalam mengantisipasi libur Nataru 2022.

Informasi penting yang harus disampaikan ke masyarakat seperti harus bepergian dengan syarat Antigen atau PCR, kemudia apabila hasilnya terkonfirmasi positif apa yang harus dilakukan, termasuk mengenai peraturan karantina apabila terkonfirmasi positif Covid-19.

Ia juga menjelaskan agar PIP memahami siklus gejala dari Covid-19, mulai dari 10 hari pertama hingga kapan dinyatakan sembuh dari Covid-19. “Informasi dasar semacam ini penting diketahui oleh PIP agar masyarakat dapat melewati dan menangani penularan Covid-19,” kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile