Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

 

17 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kasus Infeksi Harian Afrika Selatan Tembus Rekor

Kamis 16 Dec 2021 01:03 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi virus corona. Kasus infeksi di Afrika Selatan bertambah 26.976, melampaui gelombang delta.

Ilustrasi virus corona. Kasus infeksi di Afrika Selatan bertambah 26.976, melampaui gelombang delta.

Foto: Pixabay
Kasus infeksi di Afrika Selatan bertambah 26.976, melampaui gelombang delta.

REPUBLIKA.CO.ID, JOHANNESBURG -- Kasus infeksi harian Covid-19 Afrika Selatan, Rabu (15/12) kemarin, menembus rekor. Gelombang wabah keempat virus korona diyakini disebabkan oleh varian omicron.

 

Pada Kamis (16/12), Institut Nasional untuk Penyakit Menular Afrika Selatan (NICD) melaporkan dalam 24 jam terakhir angka kasus infeksi bertambah 26.976. Melampaui puncak gelombang ketiga wabah virus korona yang diakibatkan varian delta pada awal Juli lalu yang sebanyak 26.485 kasus infeksi.

Baca Juga

NICD juga melaporkan 54 kasus kematian terkait Covid-19 dan 620 pasien rawat inap. Afrika Selatan negara Afrika yang paling terdampak pandemi virus korona. Pada November lalu Afrika Selatan mendeteksi varian omicron yang memicu peringatan akan terjadinya lonjakan kasus infeksi di seluruh dunia.

Omicron sudah terdeteksi di lebih dari 70 negara di seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Internasional (WHO) melabelkannya sebagai varian yang 'sangat mengkhawatirkan'.

Ilmuwan menduga omicron lebih menular melihat cepatnya kasus infeksi merangkak naik. Mereka memperingatkan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan mengenai tingkat gejala yang ditimbulkan varian ini.

Beberapa dokter dan peneliti di Afrika Selatan melaporkan kemungkinan Omicron menyebabkan gejala yang lebih ringan. Namun, hal itu dapat dijelaskan dengan tingginya tingkat varian Covid-19 sebelum dan 38 persen orang dewasa di negara itu sudah divaksin lengkap.

Penelitian yang dirilis Selasa kemarin mengungkapkan sejak omicron muncul vaksin Pfizer-BioNTech kurang efektif mencegah pasien Covid-19 masuk rumah sakit.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile