Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

26 Zulqaidah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Polda Sumut tidak Keluarkan Izin Keramaian Tahun Baru 2022

Kamis 16 Dec 2021 20:15 WIB

Red: Nidia Zuraya

Kembang api di malam tahun baru. Ilustrasi. Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara tidak mengeluarkan izin keramaian perayaan Tahun Baru 2022 dalam upaya pencegahan pandemi Covid-19.

Kembang api di malam tahun baru. Ilustrasi. Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara tidak mengeluarkan izin keramaian perayaan Tahun Baru 2022 dalam upaya pencegahan pandemi Covid-19.

Foto: Blogspot
Warga yang melakukan perjalanan saat Nataru 2022 harus melewati pos check point.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara tidak mengeluarkan izin keramaian perayaan Tahun Baru 2022 dalam upaya pencegahan pandemi Covid-19. "Polda Sumut dan polrestidak memberikan izin keramaian saat perayaan Tahun Baru 2022," kata Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntakmelalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, di Medan, Kamis (16/12).

Hadi menyebutkan Polda Sumut bersama Kodam I/Bukit Barisan dan pemda akan terus meningkatkan Operasi Yustisi selain Operasi Lilin yang nantinya diberlakukan. Pos check point, Pos Pengamanan, dan Pos Pelayanan pada Ops Lilin Toba akan dipasang scan barcode Aplikasi PeduliLindungi.

"Operasi Yustisi yang sudah berjalan selama ini akan lebih ditingkatkan lagi menjelang Natal dan Tahun Baru 2022. Berbagai langkah dan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 akan terus dilakukan. TNI-Polri tidak akan lelah menjalankan tugas ini," ucapnya.

Hadi mengatakan dalam Inmendagri Nomor 62 Tahun 2021 terdapat berbagai aturan yang menerapkan pembatasan kapasitas pengunjung tempat hiburan, mal, tempat wisata, dan rumah ibadah."Kami mengimbau agar masyarakat mematuhi peraturan yang sudah dikeluarkan pemerintah, patuhi jam operasional, kapasitas pengunjung maksimal 50 persen, begitu juga dengan kapasitas penumpang kendaraan dan angkutan umum lainnya," kata dia.

Hadi mengimbau pemilik dan pengusaha bus untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat, seperti tempat duduktiga harus dikosongkan satu, penumpang, dan sopir sudah vaksin serta menyiapkan Aplikasi PeduliLindungi."Nantinya setiap warga yang melakukan perjalanan saat Natal dan Tahun Baru 2022 saat melewati pos check point di wilayah antar-kabupaten/kota dan perbatasan Sumut akan diperiksa sertifikasi vaksinasi melalui 'scan barcode' Aplikasi PeduliLindungi," katanya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile