Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

12 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kasus Omicron Bertambah, Waspadai Tiga Hal Ini

Sabtu 18 Dec 2021 09:24 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Indira Rezkisari

Foto udara suasana Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta. Pascatemuan satu kasus positif Omicron yaitu petugas kebersihan Wisma Atlet, pada Sabtu (18/12) pemerintah mengumumkan ada dua tambahan lagi kasus positif Omicron.

Foto udara suasana Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta. Pascatemuan satu kasus positif Omicron yaitu petugas kebersihan Wisma Atlet, pada Sabtu (18/12) pemerintah mengumumkan ada dua tambahan lagi kasus positif Omicron.

Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan/nz.
Pemerintah disarankan lakukan pelacakan masif dari kontak positif Omicron.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus positif Omicron bertambah lagi di Tanah Air. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, ada tiga hal yang harus menjadi peringatan.

"Kita tarik pelajaran dari kasus pertama kita yaitu Tuan N. Memang dua kasus yang baru diumumkan adalah yang baru datang dari luar negeri, tetapi kemungkinan terjadinya penularan di dalam negeri perlu amat diwaspadai," kata Tjandra, Sabtu (18/12).

Baca Juga

Kasus pertama, N diketahui tidak berpergian keluar negeri artinya sudah ada penularan di dalam negeri. Sehingga, bukan tidak mungkin ada pasien lainnya selain N.

"Sekarang perlu dilakukan pelacakan amat masif tentang penularan ke dan dari  N, dan juga terhadap dua kasus baru ini serta kemungkinan kalau ada kasus baru lain di hari mendatang, dengan melakukan mitigasi berlapis multi layer risk mitigation approach," terang Tjandra.

Kedua, bila memang N tertular di Wisma Atlet padahal tentunya protokol kesehatan cukup ketat di sana, maka hal ini sedikit banyak menambah informasi bahwa Omicron memang lebih mudah menular. "Artinya kita semua memang harus benar-benar menerapkan 3 M dan 5 M secara ketat, apalagi menjelang libur Nataru ini. Marilah kita ubah pendapat bahwa kepatuhan protokol kesehatan adalah new normal mejadi now normal," tegasnya.

Ketiga, kasus N ditemukan karena dilakukan tes pada orang tanpa gejala. Artinya peningkatan tes harus terus digalakkan dan kalau ada kasus harus dikarantina ketat. "Dan semua kontaknya (atau setidaknya sebagian besar, jangan hanya delapan misalnya) harus diidentifikasi dan ditangani seksama, mungkin sampai karantina juga," sambung Tjandra.

Terlebih, saat ini sudah ada tambahan 2 kasus lagi, dan bukan tidak mungkin akan ada tambahan yang lain. Investigasi lapangan dan Penyelidikan Epidemiologi (PE) yang sudah biasa dilakukan jauh sebelum Covid-19 benar-benar harus diintensifkan. "Apalagi dengan adanya tambahan dua kasus hari ini, " ucapnya.

Kementerian Kesehatan kembali mendeteksi dua pasien konfirmasi varian Omicron. Artinya hingga saat ini ada tiga kasus terkonfirmasi varian Omicron. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmidzi, mengatakan dua pasien tersebut merupakan hasil pemeriksaan sampel dari lima kasus probable Omicron yang baru Kembali dari luar negeri.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile