Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Benarkah Duduk Lama Bisa Tingkatkan Kecemasan dan Depresi?

Rabu 22 Dec 2021 10:46 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Qommarria Rostanti

Benarkah duduk terlalu lama bisa meningkatkan kecemasan dan depresi? (ilustrasi).

Benarkah duduk terlalu lama bisa meningkatkan kecemasan dan depresi? (ilustrasi).

Foto: Republika
Sebagian dari Anda banyak menghabiskan waktu sambil duduk di depan laptop.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak awal pandemi, Anda lebih banyak beraktivitas di dalam rumah. Hal ini membuat Anda menjadi sedikit bergerak. 

 

Sebagian dari Anda banyak menghabiskan waktu sambil duduk di depan laptop bahkan ada juga yang menjadi kaum rebahan. Gaya hidup baru ini jika terus-terusan dilakukan akan menyebabkan berbagai masalah. Salah satunya dibuktikan dalam sebuah studi baru yang mengungkapkan kurang gerak tak hanya buruk bagi kesehatan fisik, tapi juga kesehatan mental.

Baca Juga

Penelitian baru menemukan duduk untuk waktu yang lama, dan lebih sering dari biasanya, dikaitkan dengan gejala depresi dan kecemasan yang lebih besar. Studi yang diterbitkan dalam Frontiers Journal di Psychiatry melacak suasana hati dan perilaku dari 2.327 peserta di AS selama delapan pekan. Para peneliti menyimpulkan waktu duduk yang tinggi selama delapan depan dikaitkan dengan peningkatan gejala depresi yang lebih buruk dari waktu ke waktu.

Selain orang yang duduk lebih lama dan lebih sering dan akibatnya merasa lebih cemas dan tertekan, jenis aktivitas yang dilakukan orang sambil duduk juga berubah.

"Perilaku pasif yang tidak banyak bergerak seperti menjelajahi media sosial atau menonton televisi paling merusak kesehatan mental dan paling dipengaruhi oleh pandemi," ujar penulis utama studi tersebut, Profesor Jacob Meyer, seperti dilansir di laman Metro, Rabu (22/12).

Mereka mencatat pada 2020, peningkatan aktivitas ini menggantikan aktivitas menetap yang diketahui lebih baik untuk kesehatan mental, seperti pertemuan keluarga atau aktivitas sosial seperti bermain papan permainan dengan teman. Namun para ahli telah menekankan aktivitas fisik dapat meningkatkan kesehatan mental dan membantu mengatasi kelebihan duduk. Jadi, dengan banyak dari Anda yang kembali bekerja dari rumah penuh waktu lagi, penting untuk lebih memprioritaskan pergerakan saat memasuki tahun baru.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile