Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

11 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Shin Coba Maksimalkan Persiapan Singkat Jelang Leg Kedua Semifinal Piala AFF

Rabu 22 Dec 2021 17:48 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Israr Itah

Punggawa Timnas Indonesia berpose di hadapan fotografer sebelum bertanding melawan Timnas Singapura dalam pertandingan Semi Final Leg 1 Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Rabu (22/12/2021).

Punggawa Timnas Indonesia berpose di hadapan fotografer sebelum bertanding melawan Timnas Singapura dalam pertandingan Semi Final Leg 1 Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Rabu (22/12/2021).

Foto: ANTARA FOTO/Humas PSSI
Shin Tae-yong menyebut para pemain Indonesia mulai kelelahan di Piala AFF.

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Tim nasional Indonesia ditahan imbang Singapura dengan skor 1-1 di Stadion Nasional, Singapura, Rabu (22/12). Gol Witan Sulaeman pada menit ke-28 berhasil dibalas oleh gol Ikhsan Fandi pada menit ke-70. Ikhsan merupakan anak legenda timnas Singapura Fandi Ahmad.

Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong tak puas dengan kekalahan timnya. Ia menyebut pasukannya sudah mulai kelelahan. Ia mengatakan akan membenahi permainan timnya, termasuk mengembalikan kondisi fisik pemain yang saat ini sudah masuk ke fase lelah.

Baca Juga

"Dalam turnamen pasti akan ada masa sulit bagi kami. Namun jika pemain beristirahat dan memanfaatkan waktu pemulihan, maka kondisi pemain akan lebih baik lagi dan hasil pertandingan leg kedua pun bisa lebih bagus," kata Shin usai laga.

Shin mengakui banyak catatan yang terjadi di laga ini. Salah satunya adalah kondisi kelelahan pemain dan kehilangan fokus.

"Kita masih punya waktu untuk pemulihan pemain agar bermain lebih baik lagi pada leg kedua nanti," kata Shin.

Laga ini berlangsung sangat ketat. Tak jarang banyak pelanggaran terjadi dari kontak fisik pemain yang membuat wasit meniup peluit.

Namun pelatih asal Korea Selatan ini mengelak jika permainan agresif dan banyaknya kontak fisik adalah bagian dari strateginya. Menurutnya, kontak fisik memang tidak bisa terhindarkan apalagi pada laga seperti ini.

"Namun saya tidak senang jika pemain lawan menjadi cedera. Tentu setiap pandangan bisa saja berbeda, tapi kontak fisik adalah sesuatu yang harus kami lakukan (di sepak bola)," kata Shin.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile