Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

2 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Menu Sarapan yang Harus Dihindari Setelah Usia 50

Selasa 28 Dec 2021 21:01 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti

Sarapan yang harus dihindari untuk 50 ke atas (ilustrasi).

Sarapan yang harus dihindari untuk 50 ke atas (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Memasuki usia 50-an tahun, ada beragam risiko penyakit kronis yang patut diwaspadai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki usia 50-an tahun, ada beragam risiko penyakit kronis yang patut diwaspadai. Makanan menjadi salah satu faktor terpenting yang dapat membantu mencegah risiko-risiko penyakit kronis tersebut.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS), sekitar 78 persen perempuan dan laki-laki berusia 44 tahun memiliki setidaknya satu penyakit kronis, sekitar 47 persen memiliki setidaknya dua penyakit kronis, dan 19 persen setidaknya memiliki tiga penyakit kronis atau lebih. Beberapa penyakit kronis tersebut adalah diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, kanker, dan arthritis.

Baca Juga

Pemilihan makanan yang tepat dapat membantu mencegah banyak penyakit kronis, khususnya diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan kanker. Oleh karena itu, penting untuk lebih memperhatikan pemilihan makanan, termasuk saat sarapan.

"Satu menu sarapan, khususnya, yang perlu Anda hindari setelah usia 50 adalah ayam goreng tepung dan waffle," ujar ahli gizi Toby Amidor seperti dilansir di laman Eat This Not That, Selasa (28/12).

Toby mengatakan, sajian ayam goreng tepung dan waffle "melanggar" tiga prinsip dasar pola makan yang sehat untuk mencegah penyakit kronis. Salah satunya adalah tinggi lemak jenuh karena ayam diolah melalui metode deep fried dan biasanya dilapisi dengan gravy berbasis mentega.

Kedua, sajian ayam goreng tepung dan waffle juga mengandung kadar gula yag tinggi dari sirup pancake. Ketiga, sajian ini mengandung sodium yang tinggi.

Umumnya, satu sajian ayam goreng tepung dan sepotong waffle besar yang disertai mentega dan susu mengandung minimal 1.000 kalori. Oleh karena itu, Amidor sangat tidak merekomendasikan bila makanan ini rutin dikonsumsi dalam keseharian, khususnya bagi orang yang lebih berisiko terhadap penyakit kronis.

Akan tetapi, bukan berarti sajian ayam goreng tepung dan waffle tak boleh dikonsumsi sama sekali. Bila ingin menikmati sajian ini sesekali, coba buat sendiri di rumah agar proses memasak dan bahan yang digunakan bisa lebih dikontril. Sebagai contoh, ayam yang diolah tanpa kulit, waffle dibuat dari gandum utuh dan susu rendah lemak, dan pelengkap gravy-nya dibuat dengan susu rendah lemak, kaldu ayam rendah sodium, dan sedikit mentega tanpa garam.

Toby mengingatkan bahwa risiko-risiko penyakit kronis mungkin memang baru terlihat meningkat di usia 50 tahun. Akan tetapi, penerapan pola hidup sehat perlu dibiasakan sejak dini demi masa tua yang lebih sehat.

"Makan sehat seharusnya dilakukan sepanjang hidup Anda untuk menurunkan risiko penyakit-penyakit kronis ini," ujar Toby. 

Baca juga : Hobi Makan Gorengan? Waspadai Penyakit Ini

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile