Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

15 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

PM Malaysia Akui Kelemahan Pemerintah Tangani Banjir

Selasa 28 Dec 2021 12:23 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Sebuah keluarga melihat keluar dari rumah mereka setelah banjir melanda Taman Sri Muda, distrik Shah Alam, sekitar 40 km dari Kuala Lumpur, Malaysia, 21 Desember 2021.

Sebuah keluarga melihat keluar dari rumah mereka setelah banjir melanda Taman Sri Muda, distrik Shah Alam, sekitar 40 km dari Kuala Lumpur, Malaysia, 21 Desember 2021.

Foto: EPA-EFE/FAZRY ISMAIL
Penduduk yang terdampak banjir masih banyak yang belum menerima bantuan.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob menghadapi kritik atas lambatnya pemerintah dalam penanganan banjir terparah yang melanda Negeri Jiran tersebut. Ismail Sabri mengakui kelemahan pemerintah dalam merespons banjir, dan menjanjikan perbaikan di masa depan.

 “Pekerjaan pascabanjir ini perlu koordinasi yang baik karena saya tidak ingin penundaan dalam proses implementasi, termasuk dalam memberikan bantuan kepada korban banjir,” ujar Ismail Sabri, dilansir Aljazirah, Selasa (28/12).

Baca Juga

Malaysia dilanda banjir setiap tahun selama musim hujan, dari November hingga Februari. Tetapi banjir pada tahun ini adalah yang terburuk sejak 2014. Banjir telah menewaskan sedikitnya 48 orang dan lima orang hilang.

“Kita juga harus siap menghadapi banjir gelombang kedua, jika itu terjadi," kata Ismail Sabri.

Sejauh ini, penduduk yang terkena dampak banjir masih banyak yang belum menerima bantuan. Mereka kecewa karena pemerintah sangat lambat dalam menangani banjir dan mendistribusikan bantuan.

"Saya marah. Tidak ada bantuan dari pemerintah. Kami membutuhkan uang tunai untuk membangun kembali kehidupan kami. Ada lumpur di mana-mana, semuanya telah hancur," kata Asniyati Ismail, yang tinggal di daerah pemukiman di Shah Alam, ibu kota negara bagian Selangor.

Selangor adalah negara bagian yang paling parah dilanda banjir. Banyak orang di distrik Shah Alam terdampar di rumah mereka tanpa makanan selama berhari-hari, sebelum dievakuasi dengan kapal dalam operasi penyelamatan. "Pemerintah sangat lamban dalam misi penyelamatan. Dan sekarang mereka lambat dalam operasi pembersihan.  Bahkan setelah tujuh hari, sampah di lingkungan ini belum dibersihkan," ujar seorang warga, Kartik Rao.

sumber : Reuters
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile