Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

 

20 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Bank Muamalat Targetkan Pertumbuhan Bisnis 15-20 Persen

Selasa 28 Dec 2021 23:05 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Fuji Pratiwi

Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia Achmad K. Permana menyampaikan paparan saat berkunjung ke kantor Republika, Jakarta, Selasa (28/12).

Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia Achmad K. Permana menyampaikan paparan saat berkunjung ke kantor Republika, Jakarta, Selasa (28/12).

Foto: Prayogi/Republika
Bank Muamalat akan menggencarkan berbagai sinergi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menargetkan pertumbuhan bisnis 15-20 persen pada 2022.

 

Direktur Bank Muamalat Indonesia, Achmad Kusna Permana menyampaikan, target tersebut akan dicapai dengan sejumlah strategi. "Tahun depan insya Allah kita targetkan 15-20 persen untuk pertumbuhan semuanya, seperti pembiayaan, DPK dan lain-lainnya," kata dia saat berkunjung ke kantor Republika, Selasa (28/12).

Baca Juga

Permana mengatakan, saat ini Bank Muamalat sedang kelebihan likuiditas seperti kondisi perbankan pada umumnya karena pandemi. Perbankan sedang sangat berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan.

Untuk tahun depan, Bank Muamalat akan fokus menggarap Islamic segment, terutama haji umrah. Bank Muamalat akan menggencarkan berbagai sinergi, seperti dengan Kementerian Agama untuk melayani kebutuhan jamaah dan calon jamaah haji.

Direktur Keuangan Bank Muamalat Hery Syafril menambahkan, saat ini mayoritas portofolio pembiayaan Bank Muamalat masih lebih besar wholesale yakni sekitar 55 persen. Namun dalam 2-3 tahun kedepan, portofolio pembiayaan ritel akan menjadi mayoritas sekitar 70 persen.

"Tahun depan kita akan menjaga non performing financing (NPF) di bawah satu persen, seperti saat ini sudah satu persen," kata Hery.

Portofolio bermasalah Bank Muamalat telah dipindahkan ke PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebesar sekitar Rp 10 triliun. Ini membuat rasio pembiayaan bermasalah Bank Muamalat menurun sangat signifikan menjadi sekitar satu persen.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile