Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

2 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Gejala Awal Diabetes Anak, Bukan Cuma Sering Pipis

Jumat 07 Jan 2022 12:53 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Tes gula darah (Ilustrasi). Bukan cuma orang dewasa, anak-anak pun bisa mengidap diabetes.

Tes gula darah (Ilustrasi). Bukan cuma orang dewasa, anak-anak pun bisa mengidap diabetes.

Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Anak juga dapat terkena diabetes, kenali gejala awalnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARNEGARA -- Dokter spesialis anak yang berpraktik di Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara dr Aris Sunardi SpA mengimbau para orang tua untuk mewaspadai gejala awal diabetes pada anak. Sebab, penyakit tersebut tidak hanya menyerang orang dewasa.

"Pada dasarnya, gejalanya sama seperti diabetes yang dialami orang dewasa," kata dr Aris di Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (7/1/2022).

Baca Juga

Tanda-tanda yang mudah dikenali adalah sering buang air kecil dan rasa haus berlebih. Dr Aris menyebut, gejala awal diabetes lainnya adalah nafsu makan meningkat namun berat badan menurun, jika terluka lama sembuhnya, penglihatan kabur, terlihat lebih lesu, dan kulit menghitam.

Dr Aris mengatakan, seringnya buang air kecil disebabkan oleh tingginya kadar gula darah. Ginjal membuang kelebihan kadar gula tersebut dengan menyaringnya dari darah.

"Dengan seringnya buang air kecil, anak pun akan mudah haus atau merasa haus berlebih," katanya.

Terkait dengan kulit yang menghitam, dr Aris mengatakan, hal itu biasanya terjadi di sekitar leher dan ketiak akibat resistensi insulin. Menurut dia, gangguan pada kulit yang ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi lebih gelap atau menghitam itu biasa disebut dengan akantosis nigrikans.

Bagaimana dengan pengobatannya? Menurut dr Aris, pengobatan harus disesuaikan dengan jenis diabetesnya.

"Untuk diabetes tipe 1 akan diberikan terapi insulin, sedangkan diabetes tipe 2 diberikan obat-obatan antidiabetes dan bisa dengan terapi insulin juga," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile