Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

 

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Klaim Ferdinand Hutahaean Mualaf?, Pengamat: Upaya Mengecoh Saja

Sabtu 08 Jan 2022 07:32 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Joko Sadewo

Cuitan Ferdinand Hutahaean menuai kontroversi karena dianggap menghina agama

Cuitan Ferdinand Hutahaean menuai kontroversi karena dianggap menghina agama

Foto: Republika
Pernyataan Ferdinand Hutahaean muncul setelah terjerat perkara ujaran kebencian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Analis politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Iman menyangsikan kesungguhan pegiat sosial media Ferdinand Hutahean, terkait keseriusan atas klaimnya telah menjadi mualaf sejak 2017. Sebab pernyataan Ferdinand telah menjadi mualaf ia sampaikan setelah ramai orang yang melaporkan ujaran kebencian yang ia sampaikan di twitter, terkait 'Allahmu Lemah'.

 

"Ya klaim mualaf inikan upaya untuk mengecoh saja. Bahwa ia juga muslim, jadi upaya dia untuk pembiasan dari ujaran kebenciannya soal 'Allahmu lemah', yang jadi penistaan agama," kata Arif kepada wartawan, Sabtu (8/1).

Baca Juga

 

Akan tetapi, ia yakin publik dan aparat hukum tidak akan terkecoh dengan klaim mualaf Ferdinand tersebut. Apalagi verifikasi klaim mualaf seseorang itu tidak bisa langsung serta merta terkait dengan perilaku seseorang, menjadi terampuni kesalahan pidananya. Lagi pula, menurut dia, kasus ini sudah berproses di kepolisian, dan sudah di tahap penyidikan.

"Kalaupun dia (Ferdinand) mualaf benaran, itu tidak bisa menggugurkan proses hukum yang sedang berjalan," tegasnya.

Arif mengingatkan model politisi 'kutu loncat' seperti Ferdinand ini memang selalu menimbulkan masalah. Seringkali mereka ini, lanjut dia, justru mudah mengadu domba antar elemen politik, karena mereka sudah tidak punya basis politik lagi, namun mengetahui kelemahan-kelemahan politik pihak tertentu.

"Karena tidak memiliki komitmen, mereka tidak punya tanggungjawab harus ikuti aturan mana. Ya model 'kutu loncat' seperti ini loyalitasnya bukan pada ideologi partai, tapi pada kepentingan pragmatis," ungkapnya.

Karena itu, beberapa politikus yang dalam sejarah perjalanannya sering berpindah pindah partai, selalu menjadi masalah. Bahkan tidak jarang justru menimbulkan kegaduhan karena pernyataan mereka di ruang publik.

Usai jadi sorotan akibat cuitan SARA tentang 'Allahmu lemah', Ferdinand yang dilaporkan ke polisi tiba-tiba mengklaim ia sudah menjadi mualaf sejak 2017. Ia menyebut saksinya adalah adik kandung Gus Dur, Lily Chodijah Wahid, dan klaim itu dibernarkan oleh beliau. Bahkan syahadat Ferdinand disebut ikut disaksikan Ketua Umum MUI, Ali Yafie.

Namun sejak 2017 hingga pernyataannya terakhir, Ferdinand enggan sekalipun mengakui di depan publik kalau dirinya telah menjadi muslim. Ferdinand mengaku enggan untuk mendeklarasikan dirinya telah memeluk agama Islam, karena menurutnya keyakinan dan agama itu adalah prinsip pribadi yang tidak perlu diumbar ke ruang publik.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile