Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Program Booster tak Hilangkan Mekanisme Vaksin Gotong Royong

Selasa 11 Jan 2022 12:02 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Indira Rezkisari

Warga berpose usai mendapatkan vaksinasi COVID-19 saat Vaksinasi COVID-19 Gotong Royong di kawasan industri Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (8/8/2021). Vaksinasi COVID-19 yang digelar salah satu perusahaan di kawasan industri tersebut menyasar pekerja serta keluarganya dengan target penerima vaksin sekitar 800 orang.

Warga berpose usai mendapatkan vaksinasi COVID-19 saat Vaksinasi COVID-19 Gotong Royong di kawasan industri Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (8/8/2021). Vaksinasi COVID-19 yang digelar salah satu perusahaan di kawasan industri tersebut menyasar pekerja serta keluarganya dengan target penerima vaksin sekitar 800 orang.

Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Menkes menyebut vaksin program Gotong Royong berbeda dengan vaksin gratis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah akan tetap mempertahankan mekanisme vaksin Gotong Royong. Pernyataan Budi terlontar terkait pelaksanaan program vaksinasi lanjutan atau booster vaksinasi Covid-19.

 

"Dengan adanya vaksin booster gratis ini kami tetap mempertahankan mekanisme vaksin Gotong Royong yang selama ini berjalan dengan kondisi bahwa vaksin ini tetap diterima gratis di masyarakat yang disuntik dan jenis vaksinnya tidak sama dengan vaksin program pemerintah," ucap Budi dalam konferensi pers secara daring, Selasa (11/1/2022).

Baca Juga

Pemberian vaksinasi booster akan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah seperti puskesmas, rumah sakit pemerintah, maupun rumah sakit milik pemerintah daerah. Soal ketersediaan vaksin, pemerintah sudah memiliki vaksin yang cukup baik yang berasal dari kontrak pengadaan vaksin tahun lalu yang pengirimannya akan tiba di awal tahun ini. Ada pula ketersediaan vaksin yang merupakan tambahan yang cukup signifikan dari vaksin donasi dunia baik melalui program kerjasama COVAX maupun program kerjasama bilateral.

Sebagai informasi sebelumnya COVAX memberikan komitmen bantuan terhadap 20 persen dari populasi Indonesia. Namun sudah dikonfirmasi akan ditingkatkan menjadi 30 persen dari populasi Indonesia kira-kira setara vaksinasi untuk 27 juta orang atau kira-kira setara dengan 54 juta dosis vaksin gratis yang bisa diterima pemerintah total dari tahun lalu dan tahun ini.

Program vaksin Booster akan dimulai tanggal Rabu (12/1/2022) sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Program vaksin booster ini akan dilakukan secara gratis untuk masyarakat Indonesia.

Sasaran vaksinasi booster ditujukan bagi masyarakat berusia 18 tahun ke atas dengan prioritas Lansia dan penderita imunokompromais dan sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap atau 2 kali suntik dan minimal 6 bulan setelah penyuntikan dua dosis.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile