Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

 

20 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

WHO Perkirakan Lebih dari Setengah Penduduk Eropa Terinfeksi Omicron

Rabu 12 Jan 2022 23:00 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa lebih dari separuh orang di Eropa akan terinfeksi virus corona varian omicron.

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa lebih dari separuh orang di Eropa akan terinfeksi virus corona varian omicron.

Foto: Pixabay
Omicron adalah gelombang pasang terbaru yang akan menyapu Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa lebih dari separuh orang di Eropa akan terinfeksi virus corona jenis baru (Covid-19) yang berasal dari varian Omicron. Hal ini diperkirakan terjadi dalam dua bulan ke depan.

 

Direktur regional WHO, Hans Kluge mengatakan bahwa Omicron adalah gelombang pasang terbaru yang akan menyapu Eropa. Ia juga menyebut jika infeksi terus berlanjut, maka setengah orang di benua ini sepenuhnya tertular wabah dalam waktu dua bulan. 

Baca Juga

“Pada tingkat ini, Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan (IHME0) memperkirakan bahwa lebih dari 50 persem populasi di Eropa akan terinfeksi Omicron dalam enam hingga delapan minggu ke depan,” ujar Kluge dalam konferensi pers yang digelar WHO, seperti dilansir Greek Reporter, Rabu (12/1). 

WHO memasukkan daftar 53 negara dan wilayah dalam kategorisasi Eropa. Kluge menjelaskan bahwa 50 dari 53 daerah ini telah mengkonfirmasi kasus Omicron.

WHO mengatakan bahwa 26 dari negara dan teritori tersebut mengatakan bahwa lebih dari satu persen populasi mereka terkena Covid-19 dalam setiap pekan. Wilayah Eropa tercatat mengkonfirmasi lebih dari tujuh juta kasus infeksi baru pada pekan pertama tahun ini.

Kluge mengatakan bahwa data menegaskan bahwa Omicron lebih mudah menular. Selain itu, mutasi yang dimilikinya memungkinkan untuk melekat pada sel manusia dengan lebih mudah dan dapat menginfeksi, termasuk bagi mereka yang sebelumnya telah terinfeksi secara alami ataupun divaksinasi.

Namun, Kluge menegaskan bahwa vaksin Covid-19 yang disetujui terus memberikan perlindungan yang baik terhadap gejala penyakit yang parah dan kematian, termasuk dalam kasus Omicron.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile