Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

 

17 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Omicron Diprediksi Melonjak, Menkes Minta tak Panik

Ahad 16 Jan 2022 23:12 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Andi Nur Aminah

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron

Foto: Pixabay
Jika ada kenaikan jumlah kasus yang cepat dan banyak, tidak usah panik tapi waspada.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkembangan kasus Omicron di Indonesia diprediksi akan mengalami lonjakan dalam beberapa pekan ke depan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kenaikan kasus Omicron ini akan terjadi lebih cepat dan tinggi. Meskipun begitu, ia meminta masyarakat agar tak panik jika terjadi kenaikan kasus secara cepat.

 

“Minta tolong dikomunikasikan dengan baik ke seluruh rakyat bahwa nanti kalau ada kenaikan jumlah kasus yang cepat dan banyak, tidak usah panik, kita terus waspada,” ujar Menkes saat konferensi pers usai rapat terbatas evaluasi PPKM, dikutip pada Senin (17/1/2022).

Baca Juga

Menkes Budi menyebut, beberapa negara telah mengalami puncak kasus Omicron. Puncak kasus tersebut dicapai dengan cepat dan tinggi antara 35 hingga 65 hari. Di Indonesia sendiri, kenaikan kasus mulai terlihat di awal Januari.

“Antara 35 hingga 65 hari akan terjadi kenaikan yang cukup cepat dan tinggi. Itu yang memang harus dipersiapkan oleh masyarakat,” kata dia.

Namun kabar baiknya, meskipun angka kasusnya lebih banyak dan penularannya lebih cepat, namun angka perawatan di rumah sakit tercatat lebih rendah. Di beberapa negara lainnya, angka perawatan di rumah sakit akibat varian ini antara 30 hingga 40 persen dari angka perawatan akibat varian Delta. “Kita monitor ketat hospitalisasi-nya. Artinya yang masuk ke rumah sakitnya seperti apa,” kata Budi.

Hingga saat ini, lebih dari 500 pasien yang dirawat di rumah sakit karena Omicron. Sekitar 300 di antaranya pun telah kembali pulang. Sedangkan hanya tiga pasien yang membutuhkan oksigen namun masih masuk kategori ringan.

“Jadi enggak perlu sampai ventilator, masih oksigen biasa yang dipasang di mulut, tidak dimasukkan ke dalam. Dan dari tiga orang yang diberikan oksigen, dua di antaranya sudah sembuh dan sudah pulang,” jelas Menkes.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memperingatkan, puncak gelombang kasus varian Omicron di Indonesia akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret nanti. Prediksi tersebut berdasarkan data perkembangan kasus Covid-19 di Afrika Selatan.

“Puncak gelombang Omicron diperkirakan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret ini,” kata Luhut.

Baca juga : Luhut Sebut Puncak Omicron Terjadi pada Februari-Maret

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile