Sunday, 9 Muharram 1444 / 07 August 2022

Sunday, 9 Muharram 1444 / 07 August 2022

9 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pemerintah Perketat Mobilisasi Keluar Masuk Jakarta Cegah Penyebaran Omikron

Ahad 16 Jan 2022 23:33 WIB

Rep: fauziah mursid/ Red: Hiru Muhammad

Anggota Polresta Bogor Kota bersama Dishub Kota Bogor mengatur arus lalu lintas saat pemberlakuan sistem ganjil genap di Simpang Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/1/2022). Sebanyak 2.032 kendaraan roda dua dan 1.439 kendaraan roda empat diputar balik arah sebagai upaya membatasi mobilitas masyarakat untuk mencegah penyebaran COVID-19 varian Omicron.

Anggota Polresta Bogor Kota bersama Dishub Kota Bogor mengatur arus lalu lintas saat pemberlakuan sistem ganjil genap di Simpang Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/1/2022). Sebanyak 2.032 kendaraan roda dua dan 1.439 kendaraan roda empat diputar balik arah sebagai upaya membatasi mobilitas masyarakat untuk mencegah penyebaran COVID-19 varian Omicron.

Foto: Antara/Arif Firmansyah
Wilayah aglomerasi seperti Jabodetabek adalah wilayah yang harus diperketat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pemerintah akan melakukan pengetatan dan pemantauan masyarakat yang keluar dan masuk Jakarta. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi varian Omicron yang kini sudah menyebar melalui transmisi lokal.

Puncak penyebaran varian Omicron yang diperkirakan dapat terjadi pada akhir Februari atau awal Maret 2022. Selain itu, salah satu daerah yang didata memiliki tingkat penyebaran tinggi adalah Jakarta. 

Baca Juga

“Dari hasil rapat yang dipimpin Presiden dan juga Wakil Presiden memberi arahan bagaimana agar diperketat orang keluar Jakarta,” kata Juru Bicara Wakil Presiden (Jubir Wapres), Masduki Baidlowi dikutip dari siaran persnya usai mendampingi Wapres dalam Rapat Terbatas tentang Evaluasi PPKM, Ahad (16/1).

Masduki mengatakan, selain memperketat mobilisasi, upaya lain dari sisi kesehatan pun juga akan lebih ditingkatkan. “Memperketat itu dengan cara-cara vaksinasi dan harus memakai masker. Jadi pendisiplinan ulang terhadap kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pihak luar dan jangan keluar rumah kalau tidak penting,” kata Masduki.

Ia menambahkan, wilayah aglomerasi seperti Jabodetabek adalah wilayah yang harus diperketat. Karena itu, akan dilakukan langkah-langkah vaksinasi yang makin diperbanyak terutama di daerah-daerah Jabodetabek akan dilakukan vaksinasi yang lebih masif lagi, seperti Bogor, Bekasi, Banten.

Terkait karantina para pelaku perjalanan luar negeri, Masduki mengungkapkan, di dalam rapat Wapres menyampaikan agar dilakukan telaah ulang terhadap sistem dan masa karantina sehingga rantai penyebaran dapat ditekan lajunya.

“Tadi Wapres mempertanyakan untuk kejadian-kejadian tertentu, misal di Jawa Timur bahwa setelah dinyatakan negatif dengan karantina, tapi setelah pulang dia positif, ternyata Omicron. Sehingga perlu diperketat berapa hari [masa] karantina, itu yang ditelaah ulang terhadap pola karantina. Terutama dari luar negeri,” kata Masduki.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile