Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

...

Saat Man City Konsisten, Chelsea Butuh Momentum untuk Bangkit

Senin 17 Jan 2022 00:08 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

Striker Chelsea Romelu Lukaku (tengah) mengambil bola melewati pemain Manchester City John Stones (kiri), saat pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester City dan Chelsea di Stadion Etihad di Manchester, Inggris, Sabtu (15/1/2022). Chelsea kalah 0-1 dalam laga itu.

Striker Chelsea Romelu Lukaku (tengah) mengambil bola melewati pemain Manchester City John Stones (kiri), saat pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester City dan Chelsea di Stadion Etihad di Manchester, Inggris, Sabtu (15/1/2022). Chelsea kalah 0-1 dalam laga itu.

Foto: AP/Dave Thompson
Posisi Chelsea sebagai runner-up klasemen Liga Inggris terancam Liverpool.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Chelsea membutuhkan momentum untuk bangkit saat bertandang ke markas Brighton and Hove Albion dalam ajang Liga Primer Inggris, Rabu (19/1). Kekalahan 0-1 dari Manchester City pada Ahad (16/1) membuat the Blues semakin jauh dari persaingan gelar Liga Inggris.

Chelsea kini tertinggal 13 poin dari Man City yang mengemas 56 poin di puncak klasemen. Namun bukan kekalahan dari skuad asuhan Pep Guardiola itu saja yang membuat the Blues tertinggal jauh. Klub asal London itu memang tidak dalam performa terbaiknya.

Baca Juga

Di saat Man City menang 12 pertandingan beruntun, Chelsea belum menang dalam tiga laga terakhir di liga. Posisi the Blues sebagai runner-up juga terancam oleh Liverpool. Dengan jarak satu poin di peringkat tiga, Liverpool masih punya tabungan satu laga di tangan. Jika menang melawan Brentford, the Reds pun akan menggeser posisi Chelsea.

Oleh karena itu, skuad asuhan Thomas Tuchel membutuhkan kemenangan untuk kembali mendapatkan momentum. Chelsea harus bangkit jika tidak ingin terus terpuruk.

Masalahnya, pada pertemuan 30 Desember 2021, Brighton juga mampu menahan imbang Chelsea 1-1. Sehingga ini menjadi peringatan bagi the Blues untuk lebih berhati-hati.

Selain itu, Tuchel juga menyorot minimnya ketajaman lini depan timnya. Ia menyebut lini depan Chelsea saat ini kurang presisi. Hal tersebut kembali terlihat saat the Blues dikalahkan Man City.

''Permasalahan besarnya, di level seperti ini kami terlalu banyak kehilangan bola dengan mudah,'' kata Tuchel dikutip dari Skysports, Ahad (16/1).

Chelsea sama sekali tidak memberikan ancaman bagi gawang Man City selama babak pertama. Romelu Lukaku dkk lebih banyak bertahan dan terkesan takut untuk melakukan tekanan ke pertahanan tuan rumah.

Di babak pertama, hanya Lukaku yang punya peluang untuk mencetak gol. Tapi sayang, di saat posisi menembaknya sudah ideal, ia malah memberikan bola kepada Hakim Ziyech yang berada di posisi offside.

Lukaku juga dianggap sering kehilangan bola, padahal sedang tidak ditekan oleh lawan dan dalam situasi yang menguntungkan.

Oleh karena itu, Tuchel menilai lini depannya semestinya masih bisa tampil lebih baik lagi jika ingin kembali ke jalur kemenangan. Apalagi, Tuchel masih belum menyerah mengejar Man City, walaupun secara realistis akan sangat sulit.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile