Friday, 19 Syawwal 1443 / 20 May 2022

Friday, 19 Syawwal 1443 / 20 May 2022

Ketum Pagar Nusa Imbau Pendekar NU Selalu Sowan ke Kiai

Senin 17 Jan 2022 00:47 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (Pagar Nusa NU), Muchamad Nabil Haroen (Kedua dari kanan) saat menghadiri Harlah Pagar Nusa NU ke-36 di Pondok Pesantren Darurrahman, Kabupaten Pelalawan, Ahad (16/1). Ketum Pagar Nusa Imbau Pendekar NU Selalu Sowan ke Kiai

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (Pagar Nusa NU), Muchamad Nabil Haroen (Kedua dari kanan) saat menghadiri Harlah Pagar Nusa NU ke-36 di Pondok Pesantren Darurrahman, Kabupaten Pelalawan, Ahad (16/1). Ketum Pagar Nusa Imbau Pendekar NU Selalu Sowan ke Kiai

Foto: Republika/Muhyiddin
Sowan ke kiai NU untuk menyerap energi para kiai.

REPUBLIKA.CO.ID, PELALAWAN -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pencak Silat Nadlatul Ulama (PP PSNU) Pagar Nusa, Muhammad Nabil Harun mengimbau kepada seluruh pendekar NU untuk selalu silaturrahim atau sowan kepada para kiai. Hal inilah yang selalu disampaikan pria yang akrab dipanggil Gus Nabil ini kepada para kader Pagar Nusa sejak mejadi Ketum pada 2017. 

"Ketika dikukuhkan 2017 di Cirebon, perintah pertama ke Pagar Nusa setiap kader minimal satu bulan sekali sowan kepada para kiai dan masyayikh. Apa gunanya? Untuk menjaga energi kita dan akhlakul karimah kita," ujar Gus Nabil saat sambutan dalam acara Peringatan Harlah Ke-36 Pagar Nusa di Pondok Pesantren Darurrahman, Kabupaten Pelalawan, Riau, Ahad (16/1/2022).

Baca Juga

Gus Nabil mengatakan, para pendekar Pagar Nusa mungkin bisa saja kebal terhadap senjata tajam atau tembakan. Namun, jika tidak sowan kepada para kiai, maka kekuatan itu akan menjadi percuma. 

"Kalau pun kita ini mungkin kebal bacok atau kebal tembak, itu hanya satu peesen. Sedangkan 99 persen sisanya adalah energi para kiai," ucap Gus Nabil. 

"Oleh karenanya, kalau ada pendekar Pagar Nusa yang tidak mau dan tidak pernah sowan kiai silakan keluar dari Pagar Nusa,"

Alumnus Pondok Pesantren Lirboyo ini menjelaskan Pagar Nusa sudah berusia 36 tahun. Sebagaimana namanya, kata dia, Pagar nusa merupakan pagar NU dan Bangsa, sehingga harus selalu menjadi garda terdepan bagi NU. 

"Namanya pagar itu paling depan. Bahkan, di setiap event penting, pasukan intinya diberikan kepercayaan untuk bertugas di ring satu, seperti Konbes, Munas, dan Muktamar," kata Gus Nabil.

Dia pun bersyukur selama ini tidak ada kejadian menonjol dalam setiap kegiatan akbar NU tersebut dijaga oleh Pagar Nusa. Kendati demikian, menurut dia, para pendekar Pagar Nusa harus selalu menjaga kompakan, soliditas dan loyalitasnya. 

"Untuk menjadi pendekar yang luar biasa, maka harus dibangun dengan kekompakan, soliditas, dan loyalitas. Kalau kemudian hanya solid tapi tidak loyal, maka tidak ada artinya," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile