Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

4 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Sejarah Datangnya Islam di Belanda dan Migran Maroko

Senin 17 Jan 2022 03:55 WIB

Red: Ani Nursalikah

Masjid Essalam di Rotterdam, Belanda. Sejarah Datangnya Islam di Belanda dan Migran Maroko

Masjid Essalam di Rotterdam, Belanda. Sejarah Datangnya Islam di Belanda dan Migran Maroko

Foto: Anadolu Agency
Beberapa dekade silam imigran Maroko datang ke Belanda sebagai pekerja kasar,

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Azhar Rasyid, Penilik sejarah Islam

Secara ideologi, Belanda dikenal sebagai negara liberal, dengan penduduk yang umumnya menganut agama Kristen. Gambaran ini tidaklah salah, namun harus diingat bahwa situasinya berubah dari masa ke masa.

Baca Juga

Menurut satu catatan, pada pertengahan abad ke-19 hanya ada tiga (denominasi) agama yang dipeluk warga Belanda, yakni Protestan, Calvinis, dan Katolik. Di awal tahun 2000-an, terjadi pergeseran. Di samping ketiga denominasi di atas yang masih dianut orang Belanda, ada 40 persen orang Belanda yang mengaku tidak berafiliasi dengan agama apapun dan 5 persen dari total penduduk Belanda yang beragama Islam.

Salah satu kelompok masyarakat Muslim dengan populasi yang cukup banyak di Belanda adalah orang Maroko dari Afrika bagian utara. Pada beberapa dekade silam mereka datang ke Belanda hanya sebagai pekerja kasar, namun kini nuansa Islam dan budaya Maroko mereka turut mewarnai Negeri Belanda.

Kehadiran Islam yang dibawa oleh orang Maroko di Belanda tidak bisa dilepaskan dari konteks sejarah yang ada. Pada paruh kedua dekade 1940-an Belanda masih merupakan negeri yang hancur-lebur akibat Perang Dunia Kedua.

Tapi, pada tahun 1960-an dan 1970-an Negeri Belanda terjadi perubahan besar. Belanda mengalami perkembangan ekonomi yang sangat baik, termasuk dengan berdirinya berbagai pabrik yang membutuhkan banyak pekerja lepas atau istilah di zaman dulu, “pekerja tamu” dari luar negeri.

 

sumber : Suara Muhammadiyah
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile