REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian ESDM mentargetkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi mencapai 15,7 persen. Untuk bisa menggenjot target tersebut Kementerian ESDM mentargetkan tahun ini total kapasitas pembangkit EBT yang beroperasi mencapai 11,8 GW.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menjelaskan, dengan mengejar target tersebut tahun ini harapannya ada investasi sebesar 3,9 miliar dolar AS. Selain itu, ada 648 MW total kapasitas terpasang dari pembangkit EBT.
"Angka yang optimistis ini kami lakukan berbagai upaya percepatan seperti segera menyelesaikan Perpres Harga EBT dan juga menerapkan Permen ESDM soal PLTS Atap," ujar Dadan di Kementerian ESDM, Senin (17/1/2022).
Dadan menjelaskan, selain dari sisi regulasi, pemerintah juga terus memberikan insentif fiskal dan non fiskal untuk sektor EBT. Pemerintah juga berjanji untuk mempermudah perizinan khususnya untuk pembangunan pembangkit EBT.
"Pemerintah juga mendorong ke arah energi listrik seperti pemasifan kendaraan listrik dan kompor induksi," ujar Dadan.
Pada 2022 ini, kata Dadan dengan makin meningkatnya porsi EBT dalam bauran energi juga bisa menurunkan gas emisi rumah kaca mencapai 91 juta ton CO2. Pada 2021 kemarin, dari berbagai program EBT, pemerintah mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 69,5 juta ton CO2.