Omicron Memuncak Februari, Hotel dan Restoran Kota Bogor Berhati-hati

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus Yulianto

Ketua PHRI Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay
Ketua PHRI Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay | Foto: Republika/Shabrina Zakaria

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR --  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, pada akhir pekan lalu, memprediksi, puncak kasus omicron di Tanah Air terjadi pada Februari-Maret 2022. Oleh karena itu, hotel dan restoran di Kota Bogor berada dalam posisi hati-hati atau lampu kuning menyikapi puncak gelombang kasus Omicron di Indonesia.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, menyebutkan, saat ini hunian atau kunjungan hotel dan restoran di Kota Bogor dalam kondisi normal di atas 68 persen. Di mana angka tersebut lebih dinggi dibandingkan saat awal penerapan PPKM Level 4.

“Penutupan tahun 2020, year to date kita 69 persen tertinggi di Jawa Barat. Dibandingkan Juli hingga Agustus di bawah 50 persen saat berlaku PPKM level 4 Jawa Bali,” papar Yuno, Selasa (18/1).

Yuno menyebutkan, saat ini hotel dan restoran di Kota Bogor dalam posisi berhati-hati. Dalam artian, para pengusaha hotel mulai dengan dengan strategi yang sama. Terutama terkait pembatasan-pembatasan apabila nantinya pengetatan terjadi.

“Alarm lampu kuningnya sudah menyala. Kita saat ini juga sudah mulai lagi lebih waspada, mulai lagi dengan persiapan-persiapan dari sisi manajemen dan pelayanan,” ujar Yuno. 

Lebih lanjut, Yuno mengatakan, berkaca pada penerapan PPKM Level 4 pada pertengahan tahun lalu, pemulihan jasa perhotelan dan restoran Kota Bogor terdata cukup baik.

Di sisi lain, Yuno menilai, para tamu hotel dan restoran juga tidak perlu khawatir untuk berkunjung. Lantaran, 39 hotel dan restoran yang merupakan anggots PHRI sudah berbasis pada cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environment sustainability (kelestarian lingkungan) atau CHSE.

“Kita berharap Kota Bogor bisa melewati masa puncak Omicron dan bisnis jasa hotel dan restoran masih jadi primadona di sini,” imbuhnya.

Terkait


Cemaskan Omicron, China Sterilisasi Surat dan Paket dari Luar Negeri

Omicron Mulai Masuk ke Madiun

Betulkah Ada Varian lokal di Surabaya?

Kena Omicron, Kenapa Ada yang Sampai Sakit Kepala-Pingsan?

Kasus Omicron di Tangsel Naik Jadi Tujuh Kasus

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@rol.republika.co.id (Marketing)

Ikuti

× Image
Light Dark