Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

8 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kasus Kekerasan Anak di Ambon Didominasi Kejahatan Seksual

Selasa 18 Jan 2022 18:32 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Kasus kekerasan anak didominasi anak di bawah umur dengan pelaku inses atau keluarga sendiri. Ilustrasi.

Kasus kekerasan anak didominasi anak di bawah umur dengan pelaku inses atau keluarga sendiri. Ilustrasi.

Foto: Antara/Maulana Surya
Kasus kekerasan anak didominasi anak di bawah umur dengan pelaku inses atau keluarga

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Masyarakat Desa (DP3AMD) Kota Ambon mencatat kasus kekerasan anak di Kota Ambon selama tahun 2021 didominasi kasus kejahatan seksual. Total kasus kekerasan anak di Ambon sepanjang tahun 2021 ada 88 kasus yang didominasi oleh kasus kejahatan seksual.

Menurut Kepala Dinas P3AMD Kota Ambon, Megy Lekatompessy, kasus yang menonjol yakni persetubuhan anak sebanyak 34 kasus. Kasus kekerasan terhadap anak di Ambon meliputi persetubuhan anak, pencabulan, kekerasan terhadap anak, penelantaran anak, kekerasan bersama, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), perundungan, eksploitasi anak, perebutan hak asuh anak, anak tidak mampu, dan pornografi.

Baca Juga

Megy menjelaskan, dari lima kecamatan di Ambon kasus kekerasan anak menonjol terjadi di kecamatan Sirimau 80 kasus, dilanjutkan kecamatan Nusaniwe 36 kasus, Teluk Ambon 14, dan Baguala 12 kasus. Sementara dari sisi jenis kelamin didominasi anak perempuan sebanyak 68 orang dan laki-laki 32. "Kasus kekerasan anak didominasi anak di bawah umur dengan pelaku inses atau keluarga sendiri," ujarnya, Selasa (18/1/2022).

Megy menuturkan kasus yang terjadi pada anak diakibatkan penggunaan telepon seluler sebagai media belajar ditunjang pemakaian internet yang lama dan tanpa pengawasan orang tua membuat anak menjadi stres. "Keadaan ini menjadi keprihatinan kita semua, sehingga diperlukan upaya pencegahan dan penanganan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, " katanya.

Ia menambahkan, tahun 2021 terjadi peningkatan cukup tinggi dibandingkan tahun 2020 sebanyak 47 kasus, yang didominasi kasus pencabulan anak dan KTA.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile