Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

 

3 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Lima Rekomendasi Film Terbaik tentang Self Love

Kamis 20 Jan 2022 03:37 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Qommarria Rostanti

Lima rekomendasi film terbaik tentang self love. (ilustrasi).

Lima rekomendasi film terbaik tentang self love. (ilustrasi).

Foto: Warner Bros. Pictures
Sebagian film menyampaikan pesan mengenai pentingnya self love.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Film-film di Hollywood cukup ahli dalam menyajikan kisah yang menghangatkan hati dan memberdayakan. Sebagian sinema yang dihadirkan juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya self love atau mencintai diri sendiri.

 

Beberapa film klasik menginspirasi untuk percaya pada diri sendiri dan menerima diri apa adanya. Pelajaran hidup dapat dipertunjukkan di layar lebar, memberikan kenyamanan dan dukungan kepada mereka yang membutuhkannya.

Baca Juga

Hollywood berhasil menyampaikan pesan tersebut melalui berbagai genre, termasuk drama, komedi, dan romansa. Lewat film-film berikut, pesan positif yang membangkitkan semangat tidak terkesan menggurui, dikutip dari laman Movie Web, Kamis (20/1/2022).

1. A Cinderella Story

photo
Fim A Cinderella Story. - (Warner Bros. Pictures)
 

Hilary Duff membintangi sinema komedi romantis remaja ini, yang dirilis pada 2004. Film merupakan penceritaan ulang yang modern tentang kisah klasik Cinderella, tentunya dengan berbagai bumbu cerita.

Plotnya bercerita tentang Sam (Hilary Duff) yang tertindas oleh ibu tirinya yang jahat. Di sekolah, dia termasuk kelompok yang punya status sosial rendah. Dia juga bermimpi bertemu kekasih internetnya.

Pada akhirnya, Sam menyadari nilai dirinya tidak harus dipengaruhi oleh hierarki sekolah menengah yang konyol. Dia menemukan kepercayaan diri di tengah berbagai konflik yang ada.

2. Romy and Michele’s High School Reunion

photo
Romy and Micheles High School Reunion. - (Buena Vista)
 

Komedi klasik 1990-an ini dibintangi oleh dua pemeran utama, Mira Sorvino dan Lisa Kudrow. Keduanya menghidupkan karakter Romy dan Michele, yang bersiap untuk reuni sekolah setelah 10 tahun.

Khawatir tidak sesukses teman-teman sekelas yang lain, mereka memutuskan untuk memalsukan karier agar semua orang terkesan. Sudah bisa ditebak, masalah pun hadir karena kebohongan tersebut.

Film ini merayakan kekuatan persahabatan dan pentingnya percaya pada diri sendiri. Romy dan Michele akhirnya menyadari bahwa mereka baik-baik saja apa adanya dan tidak memerlukan validasi siapa pun.

3. Yes Man

photo
Film Yes Man. - (Warner Bros Pictures)
 

Jim Carrey dan Zooey Deschanel memerankan dengan apik komedi romantis rilisan 2008 ini. Sinema berkisah tentang Carl Allen (Jim Carrey) yang selalu mengatakan 'ya' setelah mengikuti sebuah seminar.

Pilihan sikap itu mengubah hidup Carl. Dia mendapat promosi di tempat kerja dan menjalin romansa dengan Allison (Zooey Deschanel). Namun, lama-kelamaan Carl menyadari sikap positif berlebihan bisa jadi bencana.

Carl akhirnya sadar bahwa hidup layak dijalani apa adanya. Yes Man menyoroti kekuatan berpikir positif dan penerimaan diri, sekaligus mengingatkan pentingnya memiliki keseimbangan dalam hidup.

3. A Beautiful Mind

photo
Film A Beautiful Mind. - (Universal Pictures[)
 

Sinema drama biografi rilisan 2001 yang memenangkan empat piala Oscar ini sangat menyentuh. Film berpusat pada kisah pakar matematika John Nash (Russell Crowe) yang brilian namun asosial.

Tokoh Nash mengidap skizofrenia paranoid dan mengalami delusi. A Beautiful Mind mengisahkan perjalanan Nash menerima dirinya sendiri dan memahami tentang gangguan mental yang dia idap.

4. Last Holiday

photo
Film Last Holiday. - (Paramount Pictures)
 

Dirilis pada 2006, drama komedi romantis ini dibintangi Queen Latifah sebagai Georgia, asisten di sebuah pusat perbelanjaan. Dia divonis mengidap kondisi otak yang langka dan hidupnya diprediksi tinggal beberapa pekan.

Mengetahui hal itu, Georgia memilih untuk menghabiskan semua uangnya untuk vakansi Eropa yang glamor. Georgia ingin merasakan berbagai pengalaman agar hidupnya terasa penuh sebelum waktunya di dunia habis. Dengan menikmati keindahan dunia, Georgia juga belajar melepaskan ketakutannya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile