Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

6 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Seusai Minta Maaf ke DPP, Arteria Dipanggil Fraksi PDIP di DPR

Kamis 20 Jan 2022 07:34 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus raharjo

Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan melakukan mediasi dengan Anggiat Pasaribu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/11/2021). Dalam mediasi tersebut Anggiat Pasaribu meminta maaf secara langsung kepada Ibunda Arteria Dahlan terkait kasus cekcok di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Banten pada Minggu (21/11/2021) lalu yang videonya sempat viral di sosial media.

Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan melakukan mediasi dengan Anggiat Pasaribu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/11/2021). Dalam mediasi tersebut Anggiat Pasaribu meminta maaf secara langsung kepada Ibunda Arteria Dahlan terkait kasus cekcok di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Banten pada Minggu (21/11/2021) lalu yang videonya sempat viral di sosial media.

Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Pemanggilan Fraksi juga bakal menyinggung soal pelat mobil milik Arteria Dahlan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fraksi PDIP DPR memanggil anggota fraksinya, Arteria Dahlan, terkait pernyataan soal bahasa Sunda, Kamis (20/1/2022) siang. Anggota Komisi III DPR tersebut sempat mengeluarkan pernyataan soal usulan agar Kajati yang berbahasa Sunda dalam rapat dipecat.

Pemanggilan ini hanya berselang beberapa jam setelah Arteria meminta maaf ke DPP PDIP yang diterima Sekjen PDIP Hasto Kristyanto dan Ketua DPP Komaruddin Watubun. Ketua Fraksi PDIP DPR, Utut Adianto, mengatakan, dirinya akan mendengar klarifikasi langsung dari Arteria terkait pernyataannya soal bahasa Sunda.

Baca Juga

"Kan kita belum tahu persis apa yang diomong dan dimaksud dari omongannya dia. Jadi, nanti kita sampaikan langkah-langkahnya, sekarang kan tentu belum bisa saya sampaikan, saya belum dengar secara pribadi," kata Utut di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (20/1/2022).

Utut menegaskan, pada prinsipnya PDIP mengedepankan pembinaan daripada hukuman. Namun, ia meminta semua pihak untuk sabar menunggu klarifikasi yang disampaikan Arteria kepada fraksi.

"Konsepnya kalau yang keliru kita luruskan, konsepnya membina. Jadi, bukan hukuman itu tentu dalam hukuman derajat yang paling tinggi kesalahannya," ujarnya.

Selain terkait pernyataan Arteria, Fraksi PDIP juga akan meminta penjelasan terkait polemik pelat mobil Arteria. Dirinya mengaku juga baru mengetahui ihwal persoalan tersebut. "Ya itu bagian yang ditanyain kan kita nggak tahu itu apa," kata Utut.

Diketahui Arteria Dahlan telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat terkait perkataannya tersebut di rapat kerja dengan jaksa agung, Selasa lalu.

Klarifikasi dan permintaan maaf Arteria disampaikannya saat diterima oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun.

"Saya dengan sungguh-sungguh menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda, atas pernyataan saya beberapa waktu lalu," ujar Arteria di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile