Sabtu 22 Jan 2022 21:40 WIB

Dua Kasus Kematian Varian Omicron, Ini Komorbid yang Menyertai Pasien

Kedua pasien varian Omicron yang diumumkan meninggal hari ini memiliki komorbid..

Rep: Febryan. A/ Red: Andri Saubani
...
Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Petugas PMI Jakarta Pusat menyemprotkan cairan disinfektan di SDN Johar Baru 03. Jakarta, Sabtu (22/1/2022). Satgas Covid-19 hari ini mengumumkan dua kasus kematian pasien varian Omicron.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua pasien Covid-19 varian Omicron dilaporkan meninggal dunia pada hari ini, Sabtu (22/1/2022). Keduanya diketahui sama-sama memiliki komorbid atau penyakit penyerta. 

"Komorbid mereka diabetes melitus (kencing manis) dan hipertensi," kata Juru bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi kepada Republika, Sabtu malam. 

Baca Juga

Untuk diketahui, pasien yang meninggal pertama adalah seorang lansia dan terinfeksi Omicron akibat transmisi lokal. Sedangkan, pasien kedua terinfeksi usai melakukan perjalanan ke luar negeri atau biasa disebut pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). 

Nadia menjelaskan, sakit kencing manis diderita pasien yang PPLN. Sedangkan hipertensi diderita pasien yang lansia. 

Keduanya, kata Nadia, meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit. Pasien lansia menjalani perawatan RS Sari Asih, Tangerang Selatan. Sedangkan pasien PPLN meninggal di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta. 

Nadia menambahkan, pasien yang lansia belum divaksinasi sama sekali. Sedangkan pasien PPLN sudah divaksinasi lengkap.

"Yang pasien (akibat transmisi) lokal adalah seorang lansia dan belum divaksin. Sedangkan pasien yang PPLN sudah divaksin lengkap," kata Nadia. 

Meninggalnya dua pasien Omicron ini merupakan laporan pertama di Indonesia. Varian ini pertama kali terdeteksi di Indonesia pada pertengahan Desember 2021. Per hari ini, total kasus Omicron di Tanah Air sudah mencapai 1.161 kasus. 

Omicron merupakan varian baru dari virus corona, penyebab Covid-19. Varian ini pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada akhir November 2021. 

Omicron diketahui menyebar lebih cepat dibandingkan varian-varian sebelumnya. Namun demikian, sejumlah studi awal di Afrika Selatan dan Eropa melaporkan bahwa  varian ini menyebabkan gejala ringan pada pasien alias risiko butuh perawatan rumah sakitnya rendah.

 

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement