Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Omicron Terdeteksi, Wagub Ingatkan Hajatan Akbar Patuh Prokes

Sabtu 22 Jan 2022 15:25 WIB

Rep: S Bowo Pribadi/ Red: Indira Rezkisari

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengingatkan masyarakat patuhi prokes saat Omicron sudah muncul di daerahnya.

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengingatkan masyarakat patuhi prokes saat Omicron sudah muncul di daerahnya.

Foto: dok. Istimewa
Wagub Jateng minta panitia kegiatan besar tidak melanggar aturan pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Varian Omicron sudah terdeteksi di Jawa Tengah, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengingatkan rencana kegiatan berskala besar yang bakal digelar di Jawa Tengah untuk waspada. Sejumlah organisasi masyarakat yang akan menggelar hajat besar diminta untuk selalu mematuhi segala aturan pemerintah, guna meminimalisir penyebaran varian baru Covid-19 tersebut tanpa terkecuali.

"Kepada organisasi-organisasi masyarakat di Jawa Tengah, yuk kita antisipasi bareng-bareng. Silakan kalau mau punya kegiatan, tetapi protokol kesehatan dan aturannya harus ditaati," ungkapnya, Sabtu (22/1/2022).

Baca Juga

Misalnya, kata wagub, berkaitan dengan berapa persen peserta yang harus hadir serta berapa persen yang harus mengikuti kegiatan secara virtual harus benar-benar ditaati supaya semuanya tetap sehat. Menurut Wagub, kepatuhan dan ketaatan menjadi penting, lantaran sudah ditemukan varian Omicron di Jawa Tengah. Ia pun meminta masyarakat untuk mengetatkan protokol kesehatan dan mengaktifkan kembali 'jogo tonggo'.

"Termasuk juga dengan memberikan penekanan bagi organisasi masyarakat yang hendak menggelar hajat akbar di Jawa Tengah agar jangan mengabaikan aturan dan ketentuan yang dikeluarkan pemerintah," tambah Taj Yasin.

Salah satu organisasi masyarakat yang sudah merencanakan menggelar hajat akbar adalah Jamiyah Mudarasatul Quran Al Hafidzah (JMQH), yang bakal menggelar musyawarah nasional (munas) di Surakarta, pada Maret 2022.

Diperkenankan atau tidaknya kegiatan Munas JMQH, menurut Wagub, perlu melihat perkembangannya situasi Covid-19 nanti. Pemprov tetap berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di Jawa Tengah.

"Tapi saya berharap kalau kita mau menerapkan protokol kesehatan bersama- sama, Insya Allah bisa kita lalui. Kalau itu aman semua, harapannya kegiatan tersebut juga bisa dilakukan," paparnya.

Di satu sisi, Pemerintah Pusat memprediksi, kasus Omicron akan merebak pada bulan Maret nanti. Namum Wagub berharap hal itu sampai terjadi. "Kita sudah punya pengalaman di bulan Juni, Juli, Agustus tahun 2021. Itu menjadi pelajaran bagi kita," katanya.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile