Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Kepala AL Jerman Mengundurkan Diri usai Beri Dukungan kepada Putin

Ahad 23 Jan 2022 05:47 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Friska Yolandha

 Presiden Rusia Vladimir Putin. Panglima Angkatan Laut Jerman Wakil Laksamana Kay-Achim Schoenbach mengundurkan diri pada Sabtu (22/1/2022) usai nyatakan dukungannya pada Putin.

Presiden Rusia Vladimir Putin. Panglima Angkatan Laut Jerman Wakil Laksamana Kay-Achim Schoenbach mengundurkan diri pada Sabtu (22/1/2022) usai nyatakan dukungannya pada Putin.

Foto: AP/Alexander Zemlianichenko
Schoenbach mengatakan bahwa Putin berusaha diperlakukan setara oleh Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Panglima Angkatan Laut Jerman Wakil Laksamana Kay-Achim Schoenbach mengundurkan diri pada Sabtu (22/1/2022). Dia menuai kritik karena mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin pantas dihormati dan Ukraina tidak akan pernah memenangkan kembali Krimea yang dicaplok dari negara tetangganya.

"Saya telah meminta Menteri Pertahanan Christine Lambrecht untuk membebaskan saya dari tugas  dengan segera. Menteri telah menerima permintaan saya," ujar Schoenbach. 

Baca Juga

Schoenbach membuat pernyataan pada diskusi think tank di India pada Jumat (21/2) dan videonya dipublikasikan di media sosial. Komentar itu muncul pada saat yang sensitif karena Rusia telah mengumpulkan puluhan ribu tentara di perbatasan Ukraina. 

Dalam bahasa Inggris, Schoenbach mengatakan bahwa Putin berusaha diperlakukan setara oleh Barat. "Apa yang dia (Putin) inginkan adalah rasa hormat," katanya.

"Dan Tuhanku, memberi seseorang rasa hormat adalah biaya rendah, bahkan tanpa biaya. Sangat mudah untuk memberinya rasa hormat yang benar-benar dia tuntut dan mungkin juga pantas mendapatkannya," kata Schoenbach, menyebut Rusia negara tua dan penting.

Schoenbach mengakui tindakan Rusia di Ukraina perlu ditangani. "Semenanjung Krimea telah hilang, tidak akan pernah kembali, ini adalah fakta," ujarnya. 

Pernyataan Schoenbach itu bertentangan dengan posisi bersama Barat. Pencaplokan semenanjung oleh Moskow dari Kiev pada 2014 tidak dapat diterima dan harus dikembalikan.

Sebelum pengunduran diri Schoenbach, Kementerian Pertahanan secara terbuka mengkritik pernyataannya. Kementerian itu mengatakan bahwa pernyataan Schoenbach tidak mencerminkan posisi Jerman baik dalam isi maupun susunan kata. Schoenbach pun meminta maaf atas komentarnya.

"Pernyataan gegabah saya di India, semakin membebani kantor saya. Saya menganggap langkah ini (pengunduran diri) diperlukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada angkatan laut Jerman, pasukan Jerman, dan, khususnya, Republik Federal Jerman," ujar Schoenbach. 

Kementerian Luar Negeri Ukraina telah meminta Jerman untuk secara terbuka menolak komentar kepala Angkatan Laut itu. Komentar Schoenbach dapat mengganggu upaya Barat untuk meredakan situasi. 

"Ukraina berterima kasih kepada Jerman atas dukungan yang telah diberikannya sejak 2014, serta atas upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik bersenjata Rusia-Ukraina. Tetapi pernyataan Jerman saat ini mengecewakan dan bertentangan dengan dukungan dan upaya itu," kata Kementerian Luar Negeri Ukraina.

sumber : Reuters
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile