Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

 

17 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Mandat Vaksin untuk Staf NHS Inggris Dapat Ditunda

Ahad 23 Jan 2022 10:17 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Friska Yolandha

Petugas kesehatan menyiapkan dosis vaksin COVID-19 penguat (booster) jenis AstraZeneca. Rencana Pemerintah Inggris mewajibkan staf Layanan Kesehatan nasional (NHS) agar mendapatkan vaksinasi untuk mencegah infeksi penyakit Covid-19 dapat ditunda

Petugas kesehatan menyiapkan dosis vaksin COVID-19 penguat (booster) jenis AstraZeneca. Rencana Pemerintah Inggris mewajibkan staf Layanan Kesehatan nasional (NHS) agar mendapatkan vaksinasi untuk mencegah infeksi penyakit Covid-19 dapat ditunda

Foto: ANTARA/Aji Styawan
Mandat vaksin mendapat pertentangan dan ditunda hingga 6 bulan ke depan.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Rencana Pemerintah Inggris mewajibkan staf Layanan Kesehatan nasional (NHS) agar mendapatkan vaksinasi untuk mencegah infeksi penyakit Covid-19 dapat ditunda di tengah kekhawatiran pemberontakan dari Partai Konservatif negara itu terhadap Perdana Menteri Boris Johnson. 

 

Sebelumnya, Pemerintah Inggris mengancam dapat memberhentikan staf NHS dari pekerjaan jika tidak melakukan vaksinasi Covid-19. Namun, mandat vaksin ini mendapat pertentangan, membuat rencana dapat ditunda hingga enam bulan ke depan. 

Baca Juga

Hal tersebut dilaporkan oleh salah satu sumber pemerintah kepada The Telegraph pada Sabtu (22/1/2022). Beberapa anggota parlemen juga disebut sedang bersiap untuk mengajukan mosi tidak percaya pada Johnson, jika terbukti bahwa ia melakukan pelanggaran terkait aturan pembatasan Covid-19.

Sebelumnya, terdapat laporan bahwa ada pesta yang digelar di Downing Street saat aturan pembatasan diberlakukan. Disebutkan sejak itu, sejumlah besar menteri dan anggota parlemen Inggris akan bersedia memberi suara atau mosi tidak percaya pada Johnson. 

Anggota parlemen Partai Konservatif telah menyerukan agar mandat vaksin NHS dicabut, dengan alasan bahwa itu akan menyebabkan kekurangan staf lebih lanjut pada saat layanan kesehatan sudah berada di bawah tekanan besar.

Ratusan staf NHS dan pendukung mereka turun ke jalan-jalan di London pada Sabtu (22/1/2022) untuk memprotes mandat tersebut. 

Terlihat bahwa para peserta memegang spanduk yang bertuliskan ‘My Body My Choice (Tubuh Saya Pilihan Saya), hingga ‘No NHS Mandates’ (Tidak Ada Mandat NHS). Di bawah mandat saat ini, pekerja NHS memiliki waktu hingga 1 April untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis penuh atau menghadapi risiko pemecatan.

Para staf NHS yang belum menerima dosis vaksin Covid-19 pertama mereka pada 3 Februari dilaporkan akan diberitahu tentang pemecatan mereka. Sebelumnya, dilaporkan bahwa sebanyak 70.000 karyawan NHS tetap tidak ingin divaksinasi.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile