Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Sekjen Rekat Ingatkan Giring Hati-Hati Sebut JIS Proyek Firaun

Senin 24 Jan 2022 01:57 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha Djumaryo berfoto di kampung kumuh dengan latar belakang Jakarta Internasional Stadium (JIS), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (21/1/2022).

Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha Djumaryo berfoto di kampung kumuh dengan latar belakang Jakarta Internasional Stadium (JIS), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (21/1/2022).

Foto: @Giring_Ganesha
Ketum DPP PSI menyentil, Jakarta International Stadium sebagai proyek Firaun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen Rekonsiliasi Masyarakat Indonesia (Rekat), Heikal Safar mengkritik sikap Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha Djumaryo yang mendatangi warga permukiman kumuh di lahan PT KAI, dekat proyek Jakarta Internasional Stadium (JIS), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (21/1/2022).

Giring membagikan bantuan 100 sepatu kepada warga, dan mengunggah aksinya lewat akun Twitter @Giring_Ganesha pada Sabtu (22/1/2022). Dalam unggahan itu, Giring menyinggung bahwa warga tersebut merupakan korban gusuran dari proyek Firaun.

Baca Juga

Heikal menyebut, pernyataan Giring tersebut bisa menimbulkan potensi polemik politik baru. Hal itu lantaran penamaan 'proyek Firaun' memunculkan penafsiran dan narasi opini yang membuat tokoh parpol dan elemen masyarakat Indonesia yang tak memiliki pandangan politik sama, bisa terbelah.

Apalagi, sambung dia, pada saat bersamaan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang merintis pembangunan proyek ibu kota negara (IKN) baru di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. "Jangan sampai dampaknya akan mengarah kepada citra negatif Presiden Jokowi dengan mengaitkan proyek pembangunan IKN yang menelan biaya Rp 466 triliun," kata Heikal dalam siaran di Jakarta, Senin (24/1/2022).

Heikal berharap agar Giring lebih waspada dan hati-hati dalam mengeluarkan statemen.  "Yang namanya pemimpin itu sudah ada hitungan masing-masing dari sudut yang jauh dan  lebih luas, jangan sampai anda seperti knalpot motor rusak, berisik, berbau dan menjengkelkan semua orang yang mendengarnya," ujarnya.

Sekjen DPP Partai Priboemi itu mengimbau agar Giring sepatutnya dapat mengubah perilaku, sikap, dan bertutur kata yang lebih elegan, sopan, dan profesional. Menurut Heikal, PSI sebaiknya fokus mendukung pemerintahan Jokowi daripada mengurusi masalah Jakarta saja.

"Maka saya minta jangan sampai dirusak citranya Presiden Jokowi hanya karena gara-gara ucapan Giring. Sehingga sering dianggap (offside) yang mengakibatkan dampak negatif, sehingga bisa berbalik arah akan menyerang dan merusa kepemimpinan Presiden Jokowi," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile