Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

Angkatan Laut AS Gelar Operasi dan Latihan Militer di Laut China Selatan, Gertak China?

Senin 24 Jan 2022 11:29 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani

Kapal induk Amerika Serikat

Kapal induk Amerika Serikat

Foto: REUTERS/Mike Blake
Dua Kelompok Kapal Induk Angkatan Laut AS telah memulai operasi di Laut China Selatan

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Dua kelompok kapal induk Amerika Serikat (AS) telah memasuki Laut China Selatan untuk menggelar operasi rutin dan pelatihan militer. Departemen Pertahanan AS mengatakan, dua kelompok kapal induk Angkatan Laut AS, yang dipimpin oleh kapal USS Carl Vinson dan USS Abraham Lincoln, telah memulai operasi di Laut China Selatan pada Ahad (23/1/2022).

Kedua kelompok kapal induk itu melakukan latihan, termasuk operasi perang anti-kapal selam, operasi perang udara, dan operasi larangan maritim. Latihan ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan tempur. Departemen Pertahanan mengatakan, pelatihan akan dilakukan sesuai dengan hukum internasional di perairan internasional.

Baca Juga

“Operasi seperti ini memungkinkan kami untuk meningkatkan kemampuan tempur yang kredibel, meyakinkan sekutu dan mitra kami, serta menunjukkan tekad kami sebagai Angkatan Laut untuk memastikan stabilitas regional dan melawan pengaruh jahat,” kata komandan kelompok penyerang yang dipimpin oleh USS Abraham Lincoln, Laksamana Muda J.T.  Anderson.

Kedua kelompok kapal induk itu telah berlatih dengan angkatan laut Jepang di Laut Filipina. Operasi angkatan laut AS bertepatan dengan laporan Taiwan yang mengidentifikasi angkatan udara China di zona pertahanan udara mereka. Sejauh ini China belum memberikan komentar. Namun, sebelumnya China mengatakan misi semacam itu ditujukan untuk melindungi kedaulatannya dan mencegah campur tangan eksternal terkait klaim kedaulatannya atas Taiwan.

Laut China Selatan yang dilintasi oleh jalur pelayaran vital telah menjadi wilayah sengketa. Sejumlah negara seperti Taiwan, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Filipina mengeklaim perairan yang mengandung ladang gas dan daerah kaya ikan tersebut.

Jalur air yang disengketakan itu adalah salah satu dari penyebab ketegangan antara Amerika Serikat dan China. Kapal Angkatan Laut AS secara rutin berlayar di Laut China Selatan untuk menentang klaim kedaulatan China.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile