Friday, 19 Syawwal 1443 / 20 May 2022

Friday, 19 Syawwal 1443 / 20 May 2022

Tiga Saham yang Dinilai Prospektif Raih Cuan di Tengah Pelemahan IHSG

Selasa 25 Jan 2022 03:34 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pekerja melintas di depan layar indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Indo Premier merekomendasikan beli saham BBNI, PTBA dan SIDO saat IHSG melemah

Pekerja melintas di depan layar indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Indo Premier merekomendasikan beli saham BBNI, PTBA dan SIDO saat IHSG melemah

Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Indo Premier merekomendasikan beli saham BBNI, PTBA dan SIDO saat IHSG melemah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi pada perdagangan Selasa (25/1). IHSG dibuka melemah ke level 6.630,87 dan terus turun mendekati satu persen. Pergerakan IHSG sejalan dengan Indeks LQ45 yang terpangkas sebesar 0,95 persen. 

Berdasarkan data RTI, pelemahan terjadi hampir di sebagian besar sektor. Saham sektor tambang paling banyak terkoreksi dengan INCO, ADRO, PTBA, serta ITMG masing-masing turun 2,40 persen, 2,20 persen, 1,05 persen dan 0,93 persen.

Baca Juga

Selain itu, saham sektor bank juga tersungkur dan menjadi penggerak penurunan IHSG. BBCA terpantau turun 1,60 persen, BBNI turun 1,40 persen, serta BBRI dan BMRI masing-masing melemah 0,97 persen dan 0,34 persen. 

IHSG bukan satu-satunya yang tertekan di regional Asia. Nikkei 225 turun lebih tajam sebeaar 2,03 persen lalu diikuti hang Seng yang terkoreksi sebesar 1,57 persen. Selanjutnya Shanghai Composite dan Strait Times masing-masing melemah 1,08 persen dan 1,16 persen. 

Di tengah situasi pasar yang lesu ini, Indo Premier Sekuritas merekomendasikan beli sejumlah saham, salah satunya PTBA. Menurut Indo Premier PTBA cukup prospektif didukung sentimen pembangunan pabrik gasifikasi batu bara senilai Rp33 triliun. 

Kemudian, Indo Premier juga menyematkan rekomendari beli pada saham BBNI. Aksi korporasi perseroan untuk mengakuisisi Bank Mayora dinilai menjadi katalis positif untuk menunjang bisnis perseroan.

Terakhir, ada saham SIDO yang berpeluang menguat didukung sentimen ekspansi bisnis perseroan di ibu kota baru Nusantara (IKN). Saat ini produk Sidomuncul sudah tersedia di sana dan tingkat konsumsi produk diharapkan meningkat seiring dengan berkembangnya ekonomi di IKN.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile