Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Pemerintah Australia Beli Hak Cipta Bendera Aborigin

Selasa 25 Jan 2022 05:37 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Friska Yolandha

Bendera Aborigin berkibar di samping bendera Australia. Ilustrasi. Pemerintah Australia mengatakan pada Selasa (25/1/2022), bahwa telah memperoleh hak cipta atas bendera Aborigin.

Bendera Aborigin berkibar di samping bendera Australia. Ilustrasi. Pemerintah Australia mengatakan pada Selasa (25/1/2022), bahwa telah memperoleh hak cipta atas bendera Aborigin.

Foto: Lukas Coch/EPA
Kepemilikan ini membuat bendera Aborigin dapat digunakan secara bebas.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Pemerintah Australia mengatakan pada Selasa (25/1/2022), bahwa telah memperoleh hak cipta atas bendera Aborigin. Kepemilikan ini membuat bendera tersebut dapat digunakan secara bebas.

Bendera Aborigin telah diakui sebagai bendera resmi Australia sejak 1995, dikibarkan dari gedung-gedung pemerintah dan dianut oleh klub-klub olahraga. Namun terjadi perselisihan komersial yang telah membatasi tim olahraga dan komunitas Aborigin untuk mereproduksi gambar tersebut.

Baca Juga

Pemerintah Australia melakukan negosiasi dengan penciptanya yang merupakan seniman pribumi Harold Thomas. Kesuksesan negosiasi pun dikantongi, menurut pemerintah pada malam hari libur nasional Hari Australia, bendera tersebut dapat digunakan di baju olahraga, lapangan olahraga, situs web, dan karya seni tanpa izin atau pembayaran biaya.

Thomas dalam tulisan Sydney Morning Herald pada Selasa, mengatakan pertama kali membuat bendera hitam, kuning, dan merah untuk memimpin demonstrasi pada 1971. Bendera itu pun telah menjadi simbol persatuan dan kebanggaan pribumi.

"Bendera mewakili sejarah abadi tanah kami dan waktu rakyat kami di atasnya," kata Thomas dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah telah membayar 20 juta dolar AS kepada Thomas dan untuk mencabut izin yang dipegang oleh sejumlah kecil perusahaan. Ketentuan ini yang telah menimbulkan kontroversi sejak 2018 dengan menuntut pembayaran untuk reproduksi bendera.

Penyelidikan parlemen pada 2020 mengatakan pemegang lisensi telah menuntut pembayaran dari organisasi kesehatan dan klub olahraga. Tindakan ini dapat menyebabkan komunitas berhenti menggunakan bendera untuk menghindari tindakan hukum.

Aborigin Australia terkemuka termasuk mantan Olympian Nova Peris memimpin kampanye "Bebaskan Bendera". Menteri Pribumi Australia Ken Wyatt mengatakan bendera itu telah menjadi simbol abadi bagi orang Aborigin.

"Selama 50 tahun terakhir kami membuat karya seni Harold Thomas milik kami, kami berbaris di bawah bendera Aborigin, berdiri di belakangnya, dan menerbangkannya tinggi-tinggi sebagai kebanggaan," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Sekarang Persemakmuran memegang hak cipta, itu milik semua orang, dan tidak ada yang bisa mengambilnya," katanya.

Perayaan Hari Australia ditandai dengan hari libur nasional pada 26 Januari. Penetapan tanggal ini sebenarnya telah menjadi kontroversial karena tanggal tersebut dilihat oleh penduduk asli Australia sebagai menandai invasi tanah mereka oleh Inggris.

Perayaan ini merupakan tanggal armada Inggris berlayar ke Sydney Harbour pada 1788 untuk memulai koloni hukuman, menganggap tanah itu tidak berpenghuni meskipun menghadapi pemukiman. Ada perdebatan apakah akan memindahkan hari libur nasional ke tanggal lain.

sumber : Reuters
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile