Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

KSAD: Jangan Coba-Coba Kalian Ada yang Terpapar Radikalisme

Selasa 25 Jan 2022 20:57 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Andri Saubani

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman meninjau pasukan saat apel apel jajaran yang diikuti prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD) wilayah Jabotabek di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (25/1/2022). Apel  tersebut diikuti sebanyak 2.655 prajurit dalam rangka memberikan imbauan kepada jajaran prajurit TNI AD untuk mampu mengantisipasi perkembangan paham radikalisme. Republika/Thoudy Badai

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman meninjau pasukan saat apel apel jajaran yang diikuti prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD) wilayah Jabotabek di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (25/1/2022). Apel tersebut diikuti sebanyak 2.655 prajurit dalam rangka memberikan imbauan kepada jajaran prajurit TNI AD untuk mampu mengantisipasi perkembangan paham radikalisme. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
KSAD Dudung menegaskan akan menindak tegas prajurit TNI yang terpapar radikalisme.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman meminta seluruh prajurit TNI AD untuk mempertajam kepekaan terhadap perkembangan situasi dan melakukan tindakan proaktif dalam segala bentuk ancaman, terutama yang dapat menganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Sebab, menurut dia, saat ini sudah banyak pihak yang berusaha mengganggu persatuan Indonesia.

"Saat ini media sosial sudah banyak kelompok, orang per orang yang mencoba mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa," kata Dudung dalam amanatnya saat memimpin apel gelar pasukan TNI AD di Monas, Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga

Dudung menekankan agar seluruh jajarannya selalu berpegang teguh pada Pancasila dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Disamping itu, dia juga mengingatkan para prajurit TNI AD untuk tidak terkecoh dan terlibat dengan perkembangan paham radikal. 

"Jangan terkecoh dengan perkembangan di media sosial, bahkan jangan coba-coba, apabila ada kelompok radikal yang masuk di tubuh TNI AD, saya tidak akan segan untuk menindak secara hukum kepada prajurit yang sudah terpapar kelompok radikal," tegas dia.

"Bijak kalian di dalam menyikapi media sosial, terutama yang memberikan pengaruh-pengaruh radikalisme kepada tubuh TNI AD," tambahnya.

Meski demikian, menurut dia, hingga kini belum ditemukan adanya prajurit TNI AD yang terpapar radikalisme. "Ya sejauh ini justru belum ada. Tapi saya bilang, jangan sampai coba-coba kalian ada yang terpapar, pasti kita ada tindakan tegas," ujarnya.

Selain itu, Dudung juga memerintahkan seluruh jajarannya untuk menegakkan kedaulatan dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga titik darah penghabisan. Sebab, jelas dia, para prajurit TNI AD memiliki peran sebagai penegak kedaulatan bangsa.

"Tegakkan kedaulatan dan pertahankan keutuhan NKRI sampai titik darah penghabisan. Tidak ada kata lain," ungkap dia.

"Dan kalian hadir, jangan pernah ragu-ragu, jangan pernah ragu-ragu. Saya minta kalian harus jadi petarung, jagoan, dan pemberani. Jangan jadi ayam sayur, kalau diadu kalahan," imbuhnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile