Sunday, 9 Muharram 1444 / 07 August 2022

Sunday, 9 Muharram 1444 / 07 August 2022

9 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Viral, Protes Wanita Afghanistan dengan Berpakaian Seperti Pria

Selasa 25 Jan 2022 22:50 WIB

Rep: Mabruroh/Rizky Jaramaya/ Red: Ani Nursalikah

Wanita Afghanistan melancarkan protes terhadap Taliban dengan mengunggah foto mereka mengenakan pakaian tradisional pria secara daring. Viral, Protes Wanita Afghanistan dengan Berpakaian Seperti Pria

Wanita Afghanistan melancarkan protes terhadap Taliban dengan mengunggah foto mereka mengenakan pakaian tradisional pria secara daring. Viral, Protes Wanita Afghanistan dengan Berpakaian Seperti Pria

Foto: The National News
Aturan Taliban menyulitkan ibu tunggal yang harus bekerja menghidupi keluarga.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Wanita-wanita Afghanistan tidak menyerah. Mereka melakukan segala cara untuk mendapatkan hak mereka kembali sejak Taliban mengambil alih pemerintahan.

Kali ini, aksi viral di media sosial dilakukan oleh Rabia Balkhi (bukan nama sebenarnya). Rabia sengaja memposting dirinya dalam pakaian tradisional pria Afghanistan. 

Baca Juga

Rabia mengenakan kemeja longgar dan celana panjang. Rabia menyusuri jalan-jalan Kabul dengan hati-hati, wajahnya ditutupi masker dan kepalanya menunduk untuk menghindari kontak mata.

“Menjadi seorang wanita di Afghanistan itu sulit, tetapi lebih buruk bagi seorang ibu tunggal. Dan sejak pengambilalihan Taliban, itu menjadi lebih sulit,” kata Rabia, dilansir dari The National News, Selasa (25/1/2022)

Rabia (29 tahun) bercerai dan membesarkan anak seorang diri. Ia terpaksa berpakaian sebagai seorang pria untuk menghindari perhatian Taliban yang memberlakukan pembatasan keras pada wanita setelah mereka merebut kekuasaan pada Agustus 2021.

Dulu, ia bekerja di kantor LSM sampai Taliban mengambil alih. Ia kini tinggal di Kabul dan bertahan hidup dengan tabungan, sumbangan uang, dan makanan yang dikumpulkan dari organisasi bantuan.

Hidup menjadi lebih sulit pada akhir Desember ketika Taliban melarang perempuan meninggalkan rumah tanpa mahram (wali laki-laki). “Saya tinggal sendiri, mengurus diri sendiri dan anak saya. Saya takut ketika saya melihat Taliban memberi tahu pengemudi taksi untuk tidak menerima wanita yang bepergian sendiri,” katanya.

Awalnya, hal ini ia lakukan untuk menghidupi diri sendiri dan anaknya di tengah aturan ketat Taliban. Tetapi ia tahu, ada banyak wanita dengan anak yang juga tidak memiliki wali seperti dirinya. Didorong hal ini, Rabiah memutuskan untuk protes dan menunjukkan pada dunia. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile