Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

17 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

224 Spesies Baru Ditemukan di Mekong, Kera Hantu Hingga Ular Siput

Rabu 26 Jan 2022 07:19 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Dwi Murdaningsih

Kera hantu, salah satu spesies baru yang ditemukan di Mekong.

Kera hantu, salah satu spesies baru yang ditemukan di Mekong.

Foto: ap
Wilayah Mekong adalah hotspot keanekaragaman hayati.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK - Seekor kera dengan lingkaran putih di sekitar matanya termasuk di antara 224 spesies baru yang terdaftar dalam pembaruan World Wildlife Fund’s (WWF) di wilayah Mekong. Kera ini merupakan spesies baru Lutung Popa yang ditemukan di gunung berapi Gunung Popa yang telah punah di Myanmar. Ini adalah satu-satunya mamalia baru di antara penemuan.

Lutung Popa ditemukan berdasarkan pencocokan genetik tulang yang baru-baru ini dikumpulkan dengan spesimen dari Museum Sejarah Alam Inggris. Tulang-tulang itu telah dikumpulkan lebih dari satu abad yang lalu.

Baca Juga

Dua karakteristik pembeda utama adalah cincin putih lebar di sekitar matanya dan kumisnya yang mengarah ke depan. WWF, bekerja sama dengan Fauna and Flora International (FFI), menangkap foto kera menggunakan jebakan kamera pada 2018. FFI melaporkan penemuan itu akhir tahun lalu.

"Kera itu adalah kandidat untuk terdaftar sebagai spesies yang terancam punah dalam Daftar Merah IUCN, karena hanya 200-250 yang diperkirakan bertahan hidup di alam liar, di beberapa tempat," kata laporan WWF seperti dilansir laman Guardian, Rabu (26/1).

 
Laporan WWF ini menyoroti perlunya melindungi keanekaragaman hayati dan habitat yang kaya di salah satu wilayah sungai terpanjang di dunia tersebut. Wilayah hutan Mekong meliputi juga Vietnam, Kamboja, Laos, Thailand, dan Myanmar.

Wilayah Mekong adalah hotspot keanekaragaman hayati dan rumah bagi harimau, gajah Asia, saola atau hewan yang sangat langka yang juga disebut unicorn Asia atau spindelhorn, dan ribuan spesies lainnya. "Termasuk daftar terbaru ini, para ilmuwan telah mengidentifikasi lebih dari 3.000 spesies baru di kawasan itu sejak 1997," kata WWF.

  

Spesies yang terdaftar ditemukan pada tahun 2020 tetapi laporan tahun lalu tertunda hingga dirilis Rabu (26/1/2022). Dalam temuan terbaru, terdapat juga puluhan reptil, katak, hingga kadal air yang baru diidentifikasi. Ikan dan 155 spesies tanaman, termasuk satu-satunya bambu sukulen ditemukan di Laos.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile