Rabu 26 Jan 2022 12:55 WIB

Positif Covid-19 di Beijing Bertambah 15 dalam 24 Jam

Otoritas Beijing terus gencarkan penyelidikan dan pelacakan kontak dekat kasus covid.

Red: Friska Yolandha
...
Foto: AP/AP
Warga yang mengenakan masker untuk membantu melindungi diri dari COVID-19 bergerak di sepanjang jalan di Wuhan di Provinsi Hubei, China tengah, Minggu, 23 Januari 2022. Kasus positif COVID-19 di Kota Beijing, China, bertambah 15 orang dalam kurun waktu 24 jam hingga Selasa (25/1/2022) pukul 04.00 waktu setempat atau 03.00 WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Kasus positif COVID-19 di Kota Beijing, China, bertambah 15 orang dalam kurun waktu 24 jam hingga Selasa (25/1/2022) pukul 04.00 waktu setempat atau 03.00 WIB. Upaya pencegahan dan pengendalian makin digencarkan mengingat awal Februari bulan depan Beijing menyelenggarakan hajatan besar Olimpiade Musim Dingin (Winter Olympic).

"Saat ini upaya pencegahan dan pengendalian masih belum maksimal sehingga mengharuskan semua departemen bekerja keras setiap menit untuk mencegah meluasnya wabah di kota ini," kata Deputi Direktur Pusat Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (CDC) Kota Beijing Pang Xinghuoseperti dikutip media China, Rabu (26/1/2022).

Baca Juga

Otoritas Beijing terus menggencarkan penyelidikan dan pelacakan kontak dekat kasus positif. Sejak Sabtu (15/1/2022) di Beijing sudah terdapat 67 kasus positif COVID-19 yang melanda warga setempat, enam di antaranya varian Omicron, demikian keterangan pejabat perempuan CDC itu.

Di wilayah Ibu Kota China setingkat provinsi tersebut juga terdapat satu kawasan berisiko tinggi dan lainnya berisiko sedang. Wabah di Beijing ternyata meluas hingga sedikitnya tiga provinsi seperti hasil pemetaan Komisi Kesehatan Nasional China (HNC).

Tujuh orang yang bekerja di rantai pasokan dingin di Distrik Fengtai, Kota Beijing, dinyatakan positif setelah pulang kampung menjelang Tahun Baru Imlek ke tiga provinsi, yakni Hebei, Shandong, dan Shanxi.

Di Provinsi Heilongjiang juga terdapat tiga tambahan kasus positif yang terdeteksi dari Dongning dan Suifenhe, dua kota yang berada di perbatasan China dengan Rusia. Kemudian di Daerah Otonomi Xinjiang juga terdapat tiga kasus baru ditambah 16 kasus tanpa gejala. Kasus tersebut ditemukan di Prefektur Ili yang dihuni oleh etnis minoritas Kazakh.

 

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement