Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

11 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kolaborasi dengan Ridwan Kamil Jual Kaligrafi di NFT Rp 4,1 Juta, Solihin Jadi Ketagihan

Rabu 26 Jan 2022 07:59 WIB

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerahkan uang hasil penjualan lukisan kaligrafi yang dijual melalui Non-Fungible Token (NTF) ke Pelukis Jalan Braga, Solihin,di Jalan Braga, Kota Bandung

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerahkan uang hasil penjualan lukisan kaligrafi yang dijual melalui Non-Fungible Token (NTF) ke Pelukis Jalan Braga, Solihin,di Jalan Braga, Kota Bandung

Foto: istimewa
Teknologi bisa membuka cara baru dalam mensejahterakan seniman.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG-- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerahkan uang hasil penjualan lukisan kaligrafi milik Pelukis Jalan Braga, Solihin di Jalan Braga, Kota Bandung, Selasa (25/1).

Rasa bahagia pun terpancar dari wajah sang pelukis Solihin, saat Ridwan Kamil memberikan uang hasil penjualan lukisan yang terjual lewat Non-Fungible Token (NTF) pada platform Opensea sebesar 0,09 ETH atau Rp 4,2 juta. Ia pun, ingin menjual kembali lukisannya lewat NTF

Baca Juga

Seperti diberitakan sebelumnya, Ridwan Kamil dan Solihin pada akhir November 2021 lalu berkolaborasi membuat eksperimen menjual karya lukisannya yang telah didigitalisasi di NFT sebagai pintu kesejahteraan baru bagi para seniman. "Ya saya gembira banget apalagi dengan seorang Pak Ridwan Kamil sudah tak terhingga bangganya," ujar Solihin.

Solihin mengatakan, pada November lalu ia sedang berjualan karya lukisannya di Jalan Braga. Saat itu, Ridwan Kamil datang dan menawarkan konsep baru dalam memasarkan karyanya lewat NFT.  "Dulu ceritanya di luar dugaan seperti biasa nongkrong di lapak, tiba-tiba Kang Emil datang dan menawarkan konsep seperti ini dan berhasil," katanya.

Biasanya, kata Solihin, lukisannya dijual berkisar Rp500 ribu hingga Rp 1 juta. Namun saat dibeli lewat NFT lukisannya terjual Rp 4,2 juta.  "Biasanya paling terjual kisaran Rp 1 juta. Ini dari NFT bisa berlipat. Dari komunitas pelukis mulai merespons tapi belum banyak yang berminat karena mungkin belum paham caranya. Saya pengen jual karya lagi di NFT," paparnya.

Di tempat yang sama, Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, menyerahkan hasil penjualan lukisan Solihin untuk membuktikan bahwa teknologi bisa membuka cara baru dalam mensejahterakan seniman. 

"Iya sesuai janji bahwa eksperimen menjual lukisan di digital itu ternyata berhasil. Yang biasanya dijual Rp500-Rp1 juta, sekarang bisa Rp4,2 juta. Bahkan lukisan saya pun terjual lumayan lah. Ini membuktikan cara baru dalam mensejahterakan pelaku seni bahwa menjual karya ada dua cara, dijual langsung atau di dunia digital lewat NFT," papar Emil.

Emil berharap, jejak itu bisa diikuti para seniman lain agar mulai beradaptasi mempelajari dunia digital yang bisa membuka peluang lebih besar. "Mudah-mudahan hari ini cerita di Braga menjadi inspirasi buat semua. Kan sudah disampaikan bisa mengikuti jejak ini. Nanti bisa dua cara, bukan akun sendiri walaupun rada rumit atau nebeng ke kita yang akan saya perintahkan salah satunya Bank Jabar memfasilitasi pembukaan akun di Opensea," katanya.

Menurut Emil, pokoknya tugas pemimpin mempopulerkan cara baru agar sejahtera lebih cepat dari manual ke digital. "Seperti kita dipaksa sekolah fisik ke sekolah digital. Kalau mau sejahtera mari belajar lagi atau mau gini-gini saja, ini buktinya," katanya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile