Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

5 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ini Alasan Varian Omicron Lebih Menular Dibandingkan Delta

Rabu 26 Jan 2022 11:21 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Varian omicron lebih menular dibandingkan delta karena mampu menghindari respons kekebalan tubuh. (ilustrasi)

Varian omicron lebih menular dibandingkan delta karena mampu menghindari respons kekebalan tubuh. (ilustrasi)

Foto: Pixabay
Omicron memiliki kemampuan dalam menghindari eliminasi antibodi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman menyampaikan bahwa varian omicron lebih menular dibandingkan delta. Pasalnya varian omicron mampu menghindari respons kekebalan tubuh.

"Omicron lebih menular dibandingkan delta karena kemampuannya dalam menghindari eliminasi antibodi, namun tingkat keparahan infeksi lebih rendah," ujar Plt Kepala Peneliti PRBM Eijkman, Wien Kusharyoto, dalam acara "Talk to Scientist" yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (26/1/2022).

Baca Juga

Berdasarkan studi, dia mengatakan, terjadi penurunan risiko terhadap hospitalisasi oleh varian omicron dibandingkan delta di tingkat populasi sebesar 40-45 persen. Kemudian, 74 persen penurunan perawatan di instalasi gawat darurat (IGD) dibandingkan delta, dan 70 persen penurunan lama perawatan di IGD bagi yang terinfeksi oleh omicron dibandingkan delta.

"Tingkat keparahan infeksi yang lebih rendah itu karena varian omicron menyerang sel pada saluran pernapasan atas sehingga infeksi terhadap sel paru-paru lebih rendah," ujarnya.

Wien mengatakan, karakteristik varian omicron yang mampu menghindari kekebalan tubuh maka diperlukan vaksinasi dosis penguat atau booster. "Efektivitas vaksin memang jauh lebih rendah oleh varian omicron, namun dapat dilakukan booster agar perlindungannya menjadi lebih tinggi," katanya.

endati demikian, dia mengingatkan, seiring berjalannya waktu vaksinasi booster pun juga akan berkurang efektivitasnya. "Jadi ini setelah kira-kira 2,5 bulan setelah pemberian booster juga turun. Namun penurunan kemungkinan besar lebih landai dibandingkan dengan penurunan perlindungan setelah vaksinasi tahap kedua," kata Wien.

Dia mengatakan, varian omicron dapat menambah infeksi lebih parah terhadap seseorang dan hospitalisasi bagi mereka yang belum divaksinasi. "Kalau seseorang sudah divaksinasi maka kemungkinan harus dirawat di rumah sakit jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang belum divaksinasi," katanya.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile