Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

 

20 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Labelisasi Risiko Bahan Kimia Bisfenol-A Oleh BPOM Dinilai Tepat

Rabu 26 Jan 2022 12:26 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Air kemasan galon (ilustrasi)

Air kemasan galon (ilustrasi)

Foto: Istimewa
BPOM akan terapkan kebijakan labelisasi risiko bahan kimia Bisfenol-A

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Lembaga riset produk konsumen, FMCG Insights mengimbau semua pihak mendukung Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam perumusan aturan labelisasi risiko bahan kimia Bisfenol-A (BPA). Kebijakan itu akan diberlakukan pada galon industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia.  

 

"Semestinya, Kementerian Kesehatan yang paling terdepan dalam mendukung BPOM dalam penerapan labelisasi galon industri AMDK,"  kata public campaigner FMCG Insights, Achmad Haris di Jakarta, Rabu (26/1/2022).  

Baca Juga

Menurut kebijakan BPOM dalam upaya labelisasi galon ber BPA sudah benar. Karena BPOM itu merujuk pada Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Tetapi kondisi di lapangan, Haris menilai, BPOM tidak memperoleh dukungan yang semestinya dari instansi lain. Termasuk di antaranya dari Kementerian Kesehatan yang sangat berhati-hati dalam mengomentari tentang isu BPA ini. 

Bahkan, kata dia, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjadi pihak yang menolak rencana pelabelan BPA pada galon industri AMDK. Dengan alasan kepentingan ekonomi pada masa pandemi. Dalam banyak kesempatan, Kemenperin khawatir pelabelan galon akan berdampak signifikan terhadap sektor industri makanan dan minuman Tanah Air. "Kementerian Kesehatan semestinya yang mendukung BPOM dalam isu BPA ini," tegas Haris.  

Haris berpendapat, masyarakat sebenarnya berhak tahu tentang potensi ancaman bisa ditimbulkan dalam peluruhan zat kimia galon BPA pada produk air minum. Keberpihakan negara, menurut Haris, harus lebih condong dalam melindungi kepentingan publik dibandingkan kepentingan privat.  

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritik keras Kemenperin terkait agenda pelabelan BPA pada galon industri air minum dalam kemasan (AMDK). Kementerian ini dianggap paling terdepan mengganjal aturan BPA ini sedang dirumuskan 

"Saya tidak heran dengan Kementerian Perindustrian, mereka selalu defensif soal aturan perlindungan konsumen," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi.   

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile