Benih Vaksin Merah Putih Kini Ada di Biofarma

Rep: Rr Laeny Sulistyawati / Red: Agus Yulianto

Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat.
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat. | Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Benih vaksin Covid-19 buatan dalam negeri "Merah Putih", yang dikembangkan oleh Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kini sudah ada di tangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penghasil vaksin, PT Bio Farma. Vaksin Merah Putih merupakan salah satu contoh kolaborasi lembaga penelitian dengan industri. 

"Kalau ditanyakan bagaimana vaksin Merah Putih yang ada di Eijkman, benih vaksin ini sudah ada di tangan PT Bio Farma. Jadi, kunci atau bola vaksin ini tinggal bergulir di industri," ujar Ketua Komisi Ilmu Kedokteran Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Herawati Sudoyo, saat mengisi konferensi virtual Lokapala 3.0 "Habis Gelap Terbitlah Terang?", Kamis (27/1/2022).

Namun, peran lembaga Eijkman tak terhenti sampai di tahap ini. Kata dia, Eijkman masih harus mengikuti perkembangan vaksin Merah Putih. Sebab, nantinya ada uji klinis 1,2, dan 3. 

Kemudian pemeriksaan setiap tahap uji klinis ini menggunakan virus harus dilakukan di laboratorium khusus. Pihaknya melihat, teknologi laboratorium yang dibutuhkan tersebut telah dimliki lembaga Eijkman. Dia mengakui, memang ada beberapa alternatif dalam pengembangan vaksin ini. 

"Tetapi, kalau melihat ekosistem penelitian atau budaya riset yang ada, goncangan buat saya sendiri tidak begitu pasti dengan apa yang akan kita hadapi di 2022. Ini tentunya jadi satu hal yang negatif buat saya," katanya.

Sebelumnya, Vaksin Merah Putih sudah dalam tahap hilirisasi industri. Vaksin yang dikembangkan oleh PRBM Eijkman BRIN itu diharapkan sudah dapat masuk proses uji praklinis dan uji klinis beberapa bulan ke depan. 

"Seed vaksin Merah Putih yang kami kembangkan berhasil mengekspresikan protein RBD di sel ragi, baik pada skala flask (labu) maupun pada skala bioreaktor di fasilitas milik mitra industri, Bio Farma. Selain itu, seed vaksin Merah Putih Eijkman juga mampu menghasilkan protein RDB-Delta dengan yield yang tinggi dan mudah untuk dipurifikasi,” kata Periset PRBM Eijkman BRIN, Tedjo Sasmono, dalam siaran pers, Kamis (27/1/2022).

Terkait


Benih Vaksin Merah Putih Kini Ada di Biofarma

Eijkman BRIN: Vaksin Merah Putih Segera Diuji Praklinik

Vaksin Merah Putih Jadi Prioritas BRIN, Kapasitas Periset Ditingkatkan

Dua Produsen Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Masuk Tahap Uji Klinik 1 dan 2

Vaksin Merah Putih Diprediksi Terhambat Imbas Peleburan Eijkman ke BRIN

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@rol.republika.co.id (Marketing)

Ikuti

× Image
Light Dark