Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

15 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Satgas: Jumlah Kasus Covid-19 Omicron Masih Jauh di Bawah Delta

Kamis 27 Jan 2022 13:19 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Nur Aini

Juru Bicara Pemerintah untuk  Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Satgas menyebut tren kenaikan Covid-19 menjadi perhatian serius pemerintah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, tren kasus Covid-19 akibat varian Omicron saat ini konsisten mengalami kenaikan. Namun demikian, jika dibandingkan kenaikan kasus akibat varian Delta pada Juli 2021, jumlah kasus Omicron masih jauh di bawah Delta.

"Kenaikan pada satu minggu terakhir adalah sebesar 14.729 kasus. Sedangkan pada puncak kedua lalu mencapai 350.273 kasus dalam satu minggu," kata Wiku dalam konferensi persnya secara daring, Kamis (27/1/2022).

Baca Juga

Meski begitu, Wiku memastikan tren kenaikan Covid-19 saat ini menjadi perhatian serius pemerintah dalam penanganan Covid-19. Hal itu agar tren kenaikan ini tidak sampai melonjak drastis dan berdampak pada kolapsnya pelayanan fasilitas kesehatan.

Pemerintah mengantisipasinya dengan menyediakan penambahan tempat tidur di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet untuk Tower 4 dan 7, penyediaan rumah sakit dan hotel isolasi untuk pelaku perjalanan luar negeri.

"Total Wisma Karantina ada 18.759 tempat tidur. Dan hotel sebanyak 16.021 kamar. Penyediaan lebih dari 20 hotel karantina untuk jemaah umrah. Dan penyiapan lebih dari 75 ribu tempat isolasi terpusat di seluruh wilayah Indonesia," kata Wiku.

Selain itu, pemerintah menyediakan stok obat-obatan dan oksigen dengan mendatangkan oksigen konsentrator yang akan dikirimkan ke seluruh rumah sakit di Indonesia.

Kemudian, Satgas juga meminta pemerintah daerah yang wilayahnya terjadi peningkatan kasus untuk memperketat implementasi protokol kesehatan dan menekan mobilitas ke daerah lain guna mencegah transmisi antar daerah. Hal itu terutama pada tiga provinsi dengan penyumbang kasus terbanyak yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

"Kita tetap harus bisa menjaga agar daerah yang kasusnya masih rendah untuk tetap kondusif dan tetap rendah kasusnya," katanya.

Baca: Keterisian Tempat Tidur RS Covid-19 Sentuh 45%, Dinkes DKI: Masih Aman

Baca: Ditemukan Kasus Covid-19 di Satu Sekolah, PTM 100 Persen di Solo Jalan Terus

Baca: Kasus Harian Covid-19 Tembus di Atas 8.000, DKI Jakarta Tertinggi

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile