Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Pria Inggris Mengaku Sebagai Donor Sperma Paling Produktif di Dunia, Anaknya Sudah 138

Sabtu 29 Jan 2022 02:27 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda

Memiliki anak dari donor sperma (ilustrasi). Seorang pria asal Inggris mengaku sebagai donor sperma paling produktif di dunia setelah memiliki 138 anak dari perempuan yang mendapatkan sperma darinya.

Memiliki anak dari donor sperma (ilustrasi). Seorang pria asal Inggris mengaku sebagai donor sperma paling produktif di dunia setelah memiliki 138 anak dari perempuan yang mendapatkan sperma darinya.

Foto: www.freepik.com.
Pria Inggris memberikan spermanya secara cuma-cuma untuk orang yang ingin punya anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang pria di Inggris mengklaim dirinya sebagai donor sperma paling produktif di dunia. Pria bernama Clive Jones asal Burton, Inggris itu juga mengaku telah menjadi ayah dari 138 anak.

"Saya mungkin pendonor sperma paling produktif di dunia dengan 138 'bayi', ya, 129 bayi lahir, dan ada sembilan perempuan lagi yang masih dalam masa kehamilan," kata pria berusia 66 tahun itu, seperti dikutip Indian Express, Sabtu (29/1/2022).

Baca Juga

Jones mengaku telah menjadi ayah dari 138 anak dalam sembilan tahun terakhir. Dia bahkan mengaku kemungkinan akan melanjutkan aktivitas donor sperma untuk beberapa tahun ke depan.

"Terus sampai 150 (anak)," kata Jones kepada DerbyshireLive.

Menurut Jones, di Inggris banyak klinik dan pedagang sperma. Mereka bukan penyumbang melainkan penjual sperma.

Jones merasa senang ketika melihat bayi dan orang tua bahagia. Dia berpikir, orang akan lebih mengerti jika melihat pesan berikut foto-foto bayi dengan ibu yang sangat bahagia, seperti yang kerap didapatkannya.

Jones ikut merasakan kebahagiaan setelah melihat itu semua. Dia pernah mendapat pesan dari seorang nenek yang berterima kasih dengan kehadiran cucunya.

"Saya melakukannya secara gratis, meskipun terkadang meminta sedikit uang bensin. Memungut biaya adalah ilegal dan sepertinya tidak baik mengambil uang ketika saya memiliki lebih dari itu," ujarnya.

Jones yang diketahui merupakan pensiunan guru itu pindah ke Chaddesden empat tahun lalu. Dia memiliki tiga anak kandung.

Jones tidak dapat menjadi pendonor sperma resmi karena baru mulai menyumbang pada usia 58 tahun. Bank sperma memiliki batas usia atas 45 tahun. Ia pun mulai terhubung dengan orang-orang yang tidak dapat memiliki anak melalui Facebook.

"Bagi sebagian orang, memiliki anak sangat penting, seperti juga bagi saya," katanya.

Jones membaca di beberapa surat kabar terkait penderitaan sejumlah orang yang tidak dapat memiliki anak. Hal itu sekaligus menjelaskan bagaimana orang menggunakan Facebook untuk mencari bantuan.

Jones pun tergerak untuk membantu. Karena itu, dia mulai mengunggah pengumuman donor itu di salah satu situs. Jones tidak mengharapkan tanggapan apa pun karena telah mengungkapkan usianya.

Kenyataannya, dalam satu jam setelah pengumuman itu diunggah, Jones mendapat telepon dari seorang perempuan di Derby yang ingin dibantu. Sebagai orang yang belum pernah mengiklankan diri sebagai donor sperma, Jones kewalahan dengan reaksi publik.

"Itu diluar perkiraan saya, karena begitu banyak orang menghubungi setelah mereka mendapat informasi dari mulut ke mulut, merujuk mereka yang membutuhkan agar mengontak saya," tutur Jones yang dijuluki warganet sebagai "Vicky Donor", film tentang dokter kesuburan yang menjadi pemasok terbanyak untuk pasiennya karena menggunakan spermanya sendiri.

Sementara itu, pakar kesehatan Inggris menyatakan bahwa semua donor dan pasien harus dirawat di klinik berlisensi. Seorang juru bicara Otoritas Fertilisasi dan Embriologi Manusia dikutip oleh The Sun mengatakan bahwa pengatur perawatan dan penelitian kesuburan Inggris tidak selalu dapat menghentikan orang membuat pengaturan sendiri terkait donasi sperma.

"Tetapi kami ingin melakukannya. Bantu mereka mendapatkan informasi dan saran yang mereka butuhkan untuk membuat pilihan dengan informasi terbaik, itulah sebabnya kami selalu mendorong donor dan pasien untuk dirawat di klinik berlisensi di Inggris," kata juru bicara tersebut.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile