Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

11 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Polres dan Warga Tionghoa di Cianjur Sepakat tak Menggelar Cap Go Meh

Selasa 01 Feb 2022 20:12 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Cap Go Meh tidak digelar sebagai bentuk pencegahan penularan Covid-19. Ilustrasi.

Cap Go Meh tidak digelar sebagai bentuk pencegahan penularan Covid-19. Ilustrasi.

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Cap Go Meh tidak digelar sebagai bentuk pencegahan penularan Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR - Kepolisian Resor Cianjur bersama warga Tionghoa di Cianjur, Jawa Barat sepakat tidak menggelar perayaan Cap Go Meh. Keputusan ini diambil untuk mencegah kerumunan yang memicu penyebaran Covid-19 varian Omicron yang diduga sudah masuk ke daerah itu.

"Perayaan Cap Go Meh di Cianjur tahun ini ditiadakan setelah kami berkoordinasi dengan warga Tionghoa dan sepakat untuk tidak menggelar perayaan yang dapat mengundang kerumunan warga dari berbagai daerah dan wilayah di Cianjur," kata Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan di Cianjur, Selasa (1/2/2022).

Baca Juga

Ia menjelaskan setiap tahunnya warga Tionghoa menggelar perayaan Imlek atau Cap Go Meh, dengan menggelar berbagai kegiatan dan tradisi termasuk parade barongsai. Kegiatan itu dikhawatirkan dapat menimbulkan kerumunan yang rawan terjadi penularan Covid-19 varian Omicron sehingga disepakati tahun ini ditiadakan. "Dikhawatirkan saat digelarnya perayaan Cap Go Meh yang menimbulkan kerumunan dan terjadi penyebaran Covid-19. Terlebih di sejumlah wilayah sedang merebak varian Omicron dan rentan sampai ke Cianjur. Untuk itu, semua sepakat perayaan tahun ini ditiadakan," katanya.

Tokoh Tionghoa Cianjur Uun Setiawan menerangkan pihaknya bersama Forkopimda Cianjur sepakat untuk tidak menggelar Cap Go Meh secara besar-besaran karena saat ini sedang merebak varian Omicron di sejumlah wilayah. Ia menjelaskan meski sudah dua tahun warga Tionghoa tidak menggelar perayaan Imlek, hal itu tidak mengurangi makna tahun baru. Mereka berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat menghilangkan corona dari Cianjur dan Indonesia.

"Kami sangat mengerti karena kondisinya masih pandemi, bahkan saat ini sedang merebak varian Omicron. Cap Go Meh tidak digelar sebagai bentuk antisipasi kembali tingginya kasus corona di Cianjur," katanya.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile