Rabu 02 Feb 2022 03:12 WIB

Polres dan Warga Tionghoa di Cianjur Sepakat tak Menggelar Cap Go Meh

Cap Go Meh tidak digelar sebagai bentuk pencegahan penularan Covid-19.

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
...
Foto: Antara/Wahyu Putro A
Cap Go Meh tidak digelar sebagai bentuk pencegahan penularan Covid-19. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR - Kepolisian Resor Cianjur bersama warga Tionghoa di Cianjur, Jawa Barat sepakat tidak menggelar perayaan Cap Go Meh. Keputusan ini diambil untuk mencegah kerumunan yang memicu penyebaran Covid-19 varian Omicron yang diduga sudah masuk ke daerah itu.

"Perayaan Cap Go Meh di Cianjur tahun ini ditiadakan setelah kami berkoordinasi dengan warga Tionghoa dan sepakat untuk tidak menggelar perayaan yang dapat mengundang kerumunan warga dari berbagai daerah dan wilayah di Cianjur," kata Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan di Cianjur, Selasa (1/2/2022).

Baca Juga

Ia menjelaskan setiap tahunnya warga Tionghoa menggelar perayaan Imlek atau Cap Go Meh, dengan menggelar berbagai kegiatan dan tradisi termasuk parade barongsai. Kegiatan itu dikhawatirkan dapat menimbulkan kerumunan yang rawan terjadi penularan Covid-19 varian Omicron sehingga disepakati tahun ini ditiadakan. "Dikhawatirkan saat digelarnya perayaan Cap Go Meh yang menimbulkan kerumunan dan terjadi penyebaran Covid-19. Terlebih di sejumlah wilayah sedang merebak varian Omicron dan rentan sampai ke Cianjur. Untuk itu, semua sepakat perayaan tahun ini ditiadakan," katanya.

Tokoh Tionghoa Cianjur Uun Setiawan menerangkan pihaknya bersama Forkopimda Cianjur sepakat untuk tidak menggelar Cap Go Meh secara besar-besaran karena saat ini sedang merebak varian Omicron di sejumlah wilayah. Ia menjelaskan meski sudah dua tahun warga Tionghoa tidak menggelar perayaan Imlek, hal itu tidak mengurangi makna tahun baru. Mereka berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat menghilangkan corona dari Cianjur dan Indonesia.

"Kami sangat mengerti karena kondisinya masih pandemi, bahkan saat ini sedang merebak varian Omicron. Cap Go Meh tidak digelar sebagai bentuk antisipasi kembali tingginya kasus corona di Cianjur," katanya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement