Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

13 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Beijing Jelang Olimpiade Bersih dari Kembang Api Imlek

Selasa 01 Feb 2022 19:59 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

 Masyarakat berseluncur di Danau Shichahai yang beku menjelang tahun baru Imlek, di Beijing, China, 31 Januari 2022. Biasanya warga Tionghoa merayakan malam Tahun Baru Imlek dengan menyalakan petasan.

Masyarakat berseluncur di Danau Shichahai yang beku menjelang tahun baru Imlek, di Beijing, China, 31 Januari 2022. Biasanya warga Tionghoa merayakan malam Tahun Baru Imlek dengan menyalakan petasan.

Foto: EPA
Biasanya warga Tionghoa merayakan malam Tahun Baru Imlek dengan menyalakan petasan

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Larangan menyalakan kembang api menjelang Olimpiade Musim Dingin Beijing telah membuat ibu kota China itu mencatat udara paling bersihnya selama Tahun Baru Imlek sejak pertama kali ada monitoring polusi udara yang dikenal dengan PM2.5, sembilan tahun silam. Konsentrasi rata-rata PM2.5 -partikel kecil di udara yang berbahaya- mencapai 5 mikrogram per meter kubik di Beijing pada Senin (31/1/2022) malam.

Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 289 mikrogram untuk malam Tahun Baru Imlek setahun sebelumnya. Biro Ekologi dan Lingkungan Kota Beijing mengungkapkan rincian bacaan data itu dalam sebuah pernyataan, Selasa (1/2/2022).

Baca Juga

Biasanya warga Tionghoa merayakan malam Tahun Baru Imlek dengan menyalakan petasan yang bertujuan menyingkirkan nasib buruk. Namun tahun ini Beijing memberlakukan larangan penuh menyalakan kembang api setelah sebelumnya hanya melarang melakukan itu di pusat kota. Kota-kota di seluruh China utara, termasuk Zhangjiakou yang menjadi tuan rumah bersama Olimpiade Musim Dingin, juga memberlakukan pembatasan penjualan dan menyalakan kembang api.

Pemerintah tidak mengaitkan langsung larangan menyalakan kembang api itu dengan Olimpiade Musim Dingin. Akan tetapi para pejabat lingkungan sudah mengingatkan bahwa kondisi cuaca akan mempersulit upaya menjaga kebersihan udara selama Olimpiade yang akan digelar pada 4-20 Februari.

Pemerintah China telah bersumpah menyelenggarakan Olimpiade "hijau". Pemerintah telah menutup perusahaan-perusahaan yang berpolusi dan menaikkan konsumsi energi bersih guna memperbaiki kondisi di daerah rawan kabut asap di Beijing-Tianjin-Hebei. Walaupun demikian sejumlah warganet China merindukan nyala kembang api.

"Membosankan jika kembang api saja dilarang selama Tahun Baru. Apa bedanya dari hari biasa? Tradisi telah hilang," kata seorang warganet yang menggunakan nama "ZY fish" dalam akun medsos China, Weibo.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile