Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

 

11 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Bamsoet Bertemu Dudung dan Diberi Buku Gerakan Intoleransi

Rabu 02 Feb 2022 05:57 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman memberikan sambutan saat peluncuran buku.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman memberikan sambutan saat peluncuran buku.

Foto: ANTARA/Galih Pradipta
MPR dan TNI AD sepakat gotong royong mensosialisasikan Empat Pilar ke elemen bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, lembaganya bersama TNI Angkatan Darat (AD) sepakat untuk terus bergotong royong mensosialisasikan Empat Pilar MPR ke berbagai elemen bangsa Indonesia. "Keterlibatan TNI sangat penting sebagai penjaga kedaulatan NKRI dalam menghadapi kelompok intoleran yang terkadang berujung kepada gerakan terorisme," kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (2/2/2022).

 

Hal itu dikatakannya usai menerima kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurrachman di Jakarta, Selasa (1/2/2022). Dudung pun menyerahkan buku bertajuk 'Dudung Abdurachman. Membongkar Operasi Psikologi Gerakan Intoleransi' kepada Bamsoet.

Baca Juga

Menurut Bamsoet, pada era modern saat ini, berbaurnya ancaman militer dan nonmiliter telah mendorong terciptanya dilema geopolitik dan geostrategis global yang sulit diprediksi dan diantisipasi. Menurut dia, konsepsi mengenai keamanan nasional tidak lagi bersifat kasat mata dan konvensional namun bersifat kompleks, multidimensional, serta berdimensi ideologis.

Dia menjelaskan, ancaman yang bersifat ideologis tersebut hadir dalam berbagai fenomena, antara lain berkembangnya sikap intoleransi dalam kehidupan beragama, hingga tumbuhnya radikalisme,  dan terorisme. "Bahkan TNI juga menjadi lahan untuk mentransmisikan paham radikalisme," ucap Bamsoet.

"Menurut Menteri Pertahanan ke-25 Jenderal TNI (purn) Ryamizard Ryacudu pada tahun 2019, tidak kurang dari tiga persen anggota TNI terindikasi terpapar radikalisme," ujar Bamsoet menambahkan.

Bamsoet menjelaskan pergerakan kelompok intoleran seperti diungkapkan dalam buku bertajuk 'Dudung Abdurachman Membongkar Operasi Psikologi Gerakan Intoleransi' ternyata dilakukan secara sistematis dengan tujuan politis parsial. Hal itu menegaskan bahwa tujuan kepentingan umat ataupun rakyat sebagaimana yang sering disampaikan kelompok intoleran, tidak lebih dari kamuflase belaka.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile