Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

16 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

All of Us Are Dead Tayang tanpa Peringatan Pemicu, Netflix Dikritik

Rabu 02 Feb 2022 14:57 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda

Poster serial drama Korea All Of Us Are Dead yang tayang di Netflix.

Poster serial drama Korea All Of Us Are Dead yang tayang di Netflix.

Foto: Netflix
Penonton All of Us Are Dead dibuat kaget oleh konten kekerasan-serangan seksual.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Drama Korea tentang perjuangan melawan zombie All of Us Are Dead sedang mencuri perhatian pemirsa Netflix. Serial ini menampilkan bahwa monster paling ganas adalah manusia.

Serial All of Us Are Dead menceritakan kisah pelajar yang berjuang untuk bertahan hidup dari wabah zombie di sekolah menengah mereka. Selain zombie, serial ini juga berisi adegan intimidasi di sekolah, termasuk perundungan dan kekerasan seksual.

Baca Juga

Di Episode 1, sekelompok pria pengganggu melecehkan seorang siswa laki-laki dan seorang siswa perempuan. Para pengganggu ini menanggalkan bagian atas seragam siswa perempuan. Korban ditampilkan meringkuk sambil menutupi payudaranya.

Siswa laki-laki yang diintimidasi dipaksa untuk merekam dengan ponselnya hingga siswa laki-laki lain masuk dan menghentikan serangan itu. Pemirsa yang telah menantikan serial kengerian zombie itu dibuat kaget oleh penggambaran brutal kekerasan di sekolah. Beberapa dari mereka berharap Netflix memilih untuk tidak memasukkan adegan-adegan ini ke dalam serial.

"Sebelum Anda memulai pertunjukan, Anda harus tahu bahwa ada pemicu kekerasan seksual. Saya akan muntah dan saya bahkan belum sampai ke bagian zombie yang jorok," tulis pengguna Twitter, dilansir Korea Boo, Selasa (1/2/2022).

"Saya membaca beberapa webtoon dan sejauh ini saya suka adaptasi Netflix All of Us Are Dead, tapi saya sangat berharap mereka tidak memasukkan adegan kekerasan seksual," tulis pengguna lain.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile