Makna Ta Ha dan Keistimewaan Alquran

Rep: Andrian Saputra/ Red: Agung Sasongko

 Kamis 03 Feb 2022 04:49 WIB

Penduduk Desa di Irak Simpan Alquran Berusia 700 Tahun Foto: Iqna.ir Penduduk Desa di Irak Simpan Alquran Berusia 700 Tahun

Ayat-ayat berupa huruf Muqatta'at itu sekaligus menjadi keistimewaan Alquran.

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Surat Taha termasuk dalam surat Makiyyah. Artinya surat ini diturunkan sebelum nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah. Di mana karakteristik ayat-ayat Makiyyah adalah penegasan akan ketauhidan.

Surat Taha memiliki nama lain yakni Al Kalim. Karena di dalamnya juga mengurai tentang bagaimana nabi Musa bercakap-cakap dengan Allah SWT. Nabi Musa sendiri disebut juga kalimullah karena memiliki keistimewaan bisa bercakap-cakap dengan Allah SWT.  Nama surat Taha diambil dari ayat pertama yang berbunyi Ta Ha. 

Baca Juga

Pakar tafsir Alquran yang juga pengasuh Pusat Studi Alquran ustaz Syahrullah Iskandar mengatakan para mufasir berbeda pendapat dalam mengartikan kata Ta Ha yang juga menjadi ayat pertama dalam surat itu. Ustaz Syahrullah menjelaskan rata-rata mufasir ketika mendapati ayat di awal surat yang berupa huruf Muqatta'at maka akan dikembalikan kepada Allah dengan mengatakan Allahu 'alam bimurodih (Allah yang mengetahui maksudnya). Di antaranya seperti Ta Ha, Ya Sin, dan lainnya.

Menurut ustaz Syahrullah ayat-ayat berupa huruf Muqatta'at itu sekaligus menjadi keistimewaan Alquran. Bahkan itu membuat para penyair ternama dikalangan masyarakat Arab pada masa itu tercengang. 

"Alquran itu turun di masa kesusastraan Arab mengalami puncaknya. Alquran turun dengan gaya bahasa, kedalaman, dan susunan yang luar biasa. Itu mencengangkan orang-orang Arab saat itu, termasuk ayat-ayat seperti Ta Ha, mereka tidak paham. Ini mencengangkan, dan ini bentuk bahasa yang menantang para kufar Quraisy yang begitu membanggakan kesusasteraannya itu," kata ustaz Syahrullah saat mengisi halaqah tafsir  Alquran surat Ta Ha di Masjid Bayt Alquran-Pusat Studi Alquran (PSQ) Jakarta pada Rabu (2/2/2022).

 

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id