Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

 

17 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Menkes: Insya Allah Akhir Februari Kita Bisa Atasi Pandemi Covid-19

Senin 07 Feb 2022 08:35 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Saat ini ada tiga provinsi yang penambahan kasusnya melebihi ouncak varian delta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat agar tidak panik serta mengurangi mobilitas ketika terjadi lonjakan kasus Covid-19. Dua hal itu harus dilakukan agar pandemi segera dapat diatasi.

 

"Jangan panik, jangan jumawa, tetap waspada. Kalau sedang naik kotanya, kurangi mobilitas," kata Budi dalam konferensi pers secara daring, Senin (7/2/2022).

Baca Juga

Budi meyakini bila hal tersebut dilakukan, maka peningkatan kasus Covid-19 secara masif bisa segera ditekan. Oleh karenanya ia terus menekankan kepada masyarakat untuk bersabar.

"Stay saja di rumah. Insya Allah, nanti di akhir Februari kita bisa mengatasi pandemi," tegas Mantan Wakil Menteri BUMN tersebut.

Budi mengungkapkan, saat ini ada tiga provinsi yang penambahan kasusnya sudah melebihi puncak tertinggi saat varian Delta menyebar. Akibat varian omicron, dia mengatakan kini ada penambahan 15.800 kasus Covid-19 di DKI Jakarta. Padahal, saat puncak varian Delta penambahan kasus paling tinggi mencapai 14.600.

Selain DKI Jakarta, ada dua provinsi lain yang mengalami hal serupa yaitu Banten dan Bali. Penambahan kasus Covid-19 di Banten mencapai angka 4.800 dan angka meningkat dibandingkan saat puncak kasus akibat varian delta yang mencapai 3.900.

Sementara untuk Bali, kini kasusnya sudah mencapai 2.000. Angka ini lebih tinggi dibanding saat delta yaitu 1.900 kasus.

Namun, lanjut Budi meskipun lonjakan kasus terjadi, jumlah orang yang dinyatakan positif Covid-19 dan harus dirawat di rumah sakit masih sekitar 30-50 persen. Budi kembali menyampaikan untuk tidak perlu panik melihat kasus dengan jumlah yang tinggi.

"Jadi yang saya sampaikan adalah bahwa tidak usai panik kalau melihat jumlah kasus tinggi karena yang masuk rumah sakit dan wafat itu jauh lebih rendah dan bisa terkendali," tegas Budi.

Baca juga : Sudah Pernah Positif Covid-19 Kemudian Kena Omicron, Ini Kata Pakar

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile